Menu

Mode Gelap
INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

UPDATE NEWS

SPBU Tombatu Milik Dari Ronald Kandoli Jadi Sarang Mafia BBM Jenis Solar, Sineri Tantang Kapolda Tangkap Mafia BBM

badge-check


					SPBU Tombatu Milik Dari Ronald Kandoli Jadi Sarang Mafia BBM Jenis Solar, Sineri Tantang Kapolda Tangkap Mafia BBM Perbesar

 

INAnews.co.id Mitra– Penyalagunaan BBM bersubsidi jenis solar masih terbilang berjalan lancar, pasalnya para oknum ‘mafia’ solar saat ini sudah semakin mengkhawatirkan dan sudah secara buka-bukaan untuk melakukan praktik ilegal tersebut. Selasa 21 Mei 2024.

Beberapa hari yang lalu, beredar video yang di posting melalui Media Sosial Face Book menunjukan aktivitas penimbunan BBM jenis Solar yang ada di SPBU Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara, video yang diunggah oleh salah satu sopir Truck yang lagi mengantri BBM jenis Solar tersebut mengatakan kalau mereka tidak mendapatkan BBM Solar dikarenakan banyaknya mobil tab yang mengambil BBM Solar di SPBU tersebut.

Namun yang lebih miris lagi hal tersebut dimuluskan oleh operator SPBU, seakan-akan hal ini dibenarkan dan tidak termasuk perbuatan melawan hukum. Diketahui SPBU tersebut milik dari mantan Wakil Bupati Mitra Ronald Kandoli yang saat ini akan mencalonkan diri sebagai Bupati Mitra.

Informasi dari salah satu Warga yang tidak mau namanya dipublish mengatakan, kalau SPBU tersebut sudah menjadi sarang Mafia BBM Solar ilegal, dan pemilik dari SPBU tersebut sudah dikenal sebagai Raja Mafia Solar yang ada di Mitra bahkan seSulut.

“SPBU tersebut memang sudah menjadi tempatnya para Mafia Solar karena di SPBU tersebut bebas untuk mengisi dengan jumlah yang banyak dan dengan harga yang sudah tidak sesuai dengan aturan, dan bukan Rahasia lagi kalau pemilik SPBU tersebut sudah dikenal dengan julukan Mafia BBM Solar”, ungkap Warga.

Hal ini mendapat tanggapan keras dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) propinsi Sulut Djohns Perry Sineri.

Menurut Sineri, saat ini Kapolri lagi gencar-gencarnya memberantas praktik ilegal jenis apapun juga, akan tetapi para penimbun solar bersubsidi bebas mengisi BBM disana tanpa mempedulikan batasan kuota pembelian solar.

“Saat ini Institusi Polri, lagi gencar-gencarnya untuk memberantas praktik ilegal jenis apapun, termasuk penyalagunaan BBM bersubsidi, tapi SPBU dan para mafia solar yang ada di Minahasa Tenggara (Mitra) seakan-akan kebal hukum dan tak tersentuh oleh hukum”, ucap Sineri

Sineri menambahkan, padahal batasan pengisian solar sudah jelas tertera didepan SPBU, yakni kendaraan pribadi roda 4 mendapat jatah 60 liter perhari, sedangkan angkutan umum roda 4 80 liter dan angkutan umum roda 6 (Truck Tronton) 200 liter perhari.

“Aturannya sudah jelas, kalau masih melanggar itu artinya SPBU tersebut sudah tidak mengindahkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dan SPBU tersebut sudah tidak takut lagi dengan tindakan hukum oleh pihak Kepolisian”, ujar Sineri.

Ditambahkannya lagi, kalau para mafia solar tersebut sudah secara terang-terangan memakai tangki yang sudah di modifikasi dan memakai galon yang disembunyikan didalam kendaraan, untuk mengisi atau menampung BBM solar tersebut.

“Ini semua tidak terlepas dari bantuan petugas SPBU, truck angkutan umum dalam kategori roda 4 yang harusnya hanya mendapat jatah 80 liter, bebas mengisi hingga 100 liter bahkan 150 liter dengan tangki yang sudah dimodifikasi”, jelas Sineri.

Sineri berharap agar pihak Kepolisian Polda Sulut, khususnya Polres Mitra tidak tutup mata dengan praktik ilegal tersebut, karena hal tersebut adalah tindakan yang sangat merugikan masyarakat umum dan Negara.

“Saya harap pihak Kepolisian tidak tutup mata akan hal ini, karena hal ini sudah sangat melanggar UU Migas dan sudah merugikan masyarakat dan Negara, saya minta juga agar Polda Sulut menangkap para mafia solar yang beroperasi di SPBU Tombatu dan para operatornya yang membantu para mafia untuk mendapatkan BBM solar tersebut”, tegas Sineri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL