Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Pengurus PPP Bali Diberhentikan Semua oleh Plt Ketum

badge-check


					Foto: Plt Ketum PPP Mardiono, dok. detik Perbesar

Foto: Plt Ketum PPP Mardiono, dok. detik

INAnews.co.id, Jakarta– Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bali diberhentikan semua oleh Plt Ketum Mardiono.

Mardiono memberhentikan seluruh pengurus karena diduga berkaitan dengan DPW PPP Bali yang tidak mendukung dirinya sebagai Ketua Umum PPP dalam Muktamar mendatang.

Plt Ketua DPW PPP Bali, Idy Muzayyad membantah hal itu. “Mendukung untuk apa, maju aja belum tentu kok,” katanya,” dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis, 11 Juli 2024.

Idy menilai surat keputusan pemecatan tersebut cacat hukum karena tak dilaksanakan melalui mekanisme organisasi atau AD/ART PPP.

Idy mengaku telah mengajukan surat keberatan membatalkan surat pemecatan itu kepada PPP di Jakarta, Rabu (10/7).

Ia pun kecewa atas pemecatan sepihak ini. Padahal, menurutnya, DPW telah bekerja maksimal dalam Pemilu 2024 lalu. Hasilnya dibuktikan dengan kenaikan kursi 100 persen di DPRD Kabupaten.

Idy belum menerima respons terhadap surat keberatan tersebut namun dia berharap seluruh pengurus kembali diaktifkan.

“Kalau enggak dipenuhi ya kami bicara lebih lanjut, nunggu respons,” katanya.

Pemberhentian itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP PPP Nomor: 1053/SK/DPP/W/VII/2024 tertanggal 8 Juli 2024 tentang pergantian kepengurusan DPW Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL