Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

EKONOMI

Jawaban Presiden ketika Ditanya Stabilkan Harga Kopi

badge-check


					Foto: Presiden Jokowi, ketika usai meninjau panen kopi di Lampung Barat, Lampung, Jumat, 12 Juli 2024/tangkapan layar Perbesar

Foto: Presiden Jokowi, ketika usai meninjau panen kopi di Lampung Barat, Lampung, Jumat, 12 Juli 2024/tangkapan layar

INAnews.co.id, Lampung– Jawaban Presiden Jokowi ketika ditanya stabilkan harga kopi yang mencapai Rp70.000 adalah dengan menaikkan produktivitasnya.

“Inilah yang tadi saya sampaikan ke Menteri Pertanian agar memberi perhatian pada kopi, yang paling penting produktivitas per hektarenya terus naik—yang banyak masih 1 hektare, 1 ton, 2 ton, harusnya bisa masuk ke 8 ton atau ke 9 ton karena negara lain bisa di angka-angka itu,” kata Presiden Jokowi, ketika usai meninjau panen kopi di Lampung Barat, Lampung, Jumat, 12 Juli 2024.

Menjadi tugas bersama menurut presiden mencapai itu. Apalagi kata presiden, Indonesia memiliki memiliki 1,2 juta hektare kopi, baik robusta maupun arabika.

“Jadi tugas kita bersama bagaimana membuat produktivitas per hektarenya menjadi naik drastis dan itu bisa terjadi kalau ada perawatan yang baik, ada pupuk yang baik, ada jarak tanam yang mungkin lebih rapat sehingga produktivitasnya per hektare bisa menjadi lebih baik,” katanya.

“Dan kalau produktivitas per hektare bisa naik, kesejahteraan petani kopi akan menjadi lebih baik,” presiden melanjutkan.

Presiden menginfokan, di Lampung Barat ini, adalah terbesar lahan kopinya. Ada 60 ribu hektare.

Paling banyak hampir 90 di Lampung Barat adalah robusta. Arabica-nya kira-kira sekian persen, kata presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI