Menu

Mode Gelap
Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

SOSDIKBUD

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Momen Penting bagi Siswa Baru

badge-check


					Foto: Mendikbudristek Nadiem Makarim saat di Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dok. istimewa Perbesar

Foto: Mendikbudristek Nadiem Makarim saat di Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) merupakan momen penting bagi para siswa baru di sekolah. Lingkungan belajar yang menyenangkan merupakan salah satu faktor eksternal yang memengaruhi prestasi akademik peserta didik.

Sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik baru pada jenjang SMK, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan kegiatan Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan mengusung tema “Siswa Merdeka dengan Merdeka Belajar,” pada Selasa (16/7/2024).

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru, MPLS adalah kegiatan yang wajib dilakukan pada tahun ajaran baru. Kegiatan MPLS merupakan salah satu bentuk dukungan proses pembelajaran.

Saat ini kurang lebih sebanyak 14.000 SMK di Indonesia telah dan sedang melaksanakan MPLS. MPLS bertujuan untuk memperkenalkan SMK pilihan peserta didik secara lebih dekat. Pengenalan tersebut mulai dari kegiatan seputar pengenalan sarana dan prasarana sekolah, program sekolah, konsep pengenalan diri, pembinaan awal kultur sekolah, sampai dengan pengenalan cara belajar saat di SMK.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa siswa SMK akan mendapatkan pembelajaran yang komplet di mana para siswa tidak hanya mempelajari konsep dan teori, tetapi juga kemampuan teknis dan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja.

Selain belajar di dalam kelas, para siswa juga akan mendapatkan ilmu dan pengalaman terkait dunia kerja melalui projek kreatif kewirausahaan dan praktik kerja lapangan (PKL).

“Saya harap adik-adik semua bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Saya yakin kegiatan tersebut akan membantu adik-adik mempersiapkan diri untuk berkecimpung di dunia kerja setelah lulus nanti,” ucap Nadiem, dalam keterangannya.

Menteri Nadiem juga menekankan pentingnya para siswa SMK untuk tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan penyelesaian masalah, kolaborasi, dan komunikasi.

“Dunia kerja yang akan dihadapi nanti bukanlah hal yang mudah, pasti akan ada tantangannya. Saya yakin adik-adik akan mampu mempersiapkan diri dengan baik. Manfaatkanlah semua peluang yang ada dan jadilah siswa yang merdeka dengan Merdeka Belajar,” tegas Nadiem.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS