Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

HIBURAN

Eugene Museum Bali, Perpaduan Seni dan Alam yang Mendunia

badge-check


					Eugene Museum Bali. (Sumber foto: Eugene Museum Bali) Perbesar

Eugene Museum Bali. (Sumber foto: Eugene Museum Bali)

Eugene Museum in Bali, akan menampilkan karya seni milik seniman kontemporer asal jepang Eugene Kangawa. Terletak sepuluh menit dari Pura Tanah Lot, di kaki situs Warisan Dunia UNESCO, Eugene Museum in Bali adalah museum permanen yang terletak di tengah tanaman hijau subur dan lautan, didirikan bersama berbagai komunitas dari seluruh dunia.

Desain arsitektur museum, karya arsitek ternama Indonesia Andra Matin, menampilkan karya seni permanen karya Eugene Kangawa berpadu sempurna dengan alam, seni, dan arsitektur. Pengunjung dapat merasakan keharmonisan ini secara mendalam di situs museum seluas 1 ha, yang akan dibuka untuk umum pada tahun 2026.

Museum ini tidak hanya menampilkan lukisan dan instalasi ikonik seperti Golden Rain dan Infinite Ocean, tetapi juga menciptakan ruang bagi pengunjung untuk sepenuhnya tenggelam dalam seni dan alam. Bangunan museum dirancang untuk ‘menembus’ pepohonan yang ada di sekitar, menjaga kelestarian lingkungan.

Andra Matin dalam wawancara terbaru menjelaskan bahwa desain museum ini terinspirasi dari harmoni alam dan tradisi Bali. Ia menggabungkan seni Eugene dengan arsitektur yang berakar pada filosofi lokal, termasuk penggunaan material tradisional. Pendekatan arsitektur saya selalu menghormati alam, dan saya merasa sangat terhubung dengan karya-karya Eugene. Proyek ini dengan teliti menggabungkan seni, perilaku manusia, dan alam, menciptakan kesatuan elemen-elemen yang sangat penting dalam kosmologi.

Sebagai bagian dari persiapan pembukaan museum, karya White Painting dari Eugene akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Asia Tenggara di Art Jakarta pada musim gugur ini. Karya tersebut melibatkan partisipasi lebih dari 600 individu dari berbagai belahan dunia dan menampilkan interaksi personal melalui ciuman yang diabadikan di atas kanvas.

Eugene Kangawa adalah seniman kontemporer yang dikenal akan eksplorasinya terhadap tema cinta, alam, cahaya, dan bayangan, yang terbukti dalam pameran tunggalnya di Museum Seni Kontemporer Tokyo pada tahun 2021-22. Pameran ini berhasil menarik perhatian global, dan menjadi inspirasi kuat dalam pendirian Eugene Museum in Bali. Karya Eugene selalu berusaha mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan kompleksitas kehidupan modern.

Eugene, yang dikenal atas karya-karya berskala besar dan inovatif, mengekspresikan rasa terima kasihnya atas dukungan internasional yang memungkinkan terbentuknya museum ini.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk menciptakan ruang permanen bagi seni di Bali, yang kaya akan budaya dan alam,” ungkapnya.

Museum ini juga akan mencakup fasilitas seperti restoran, perpustakaan, dan program menginap, memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman yang tak terlupakan. Di samping museum, sebuah sekolah internasional akan didirikan, memperkuat peran Bali sebagai pusat seni dan pendidikan di Asia.

Eugene Museum in Bali tidak hanya akan menjadi ruang untuk menikmati karya seni, tetapi juga pusat kolaborasi antara budaya, seni, dan lingkungan, menjadikannya destinasi wajib bagi pecinta seni dari seluruh dunia.

(Penulis: Naila Tunnada/INAnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Kosmik di Hotel 88 Mangga Besar VIII

19 Desember 2025 - 12:55 WIB

Hotel 88 Fatmawati Dipenutup Tahun 2025 Hadirkan New Year Carnaval 2026

19 Desember 2025 - 12:38 WIB

Rayakan Libur Akhir Tahun Dengan “Year-End Holiday Offers” di Maxone Hotel Kramat Jakarta

19 Desember 2025 - 12:14 WIB

Populer GAYA HIDUP