Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

EKONOMI

Ngeri, Kredit Menganggur Perbankan Capai Rp 2 ribu Triliun di Tahun 2024

badge-check


					Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank Perbesar

Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank

INAnews.co.id, Jakarta – Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik atau yang disebut dengan kredit menganggur (Undisbursed Loan) tercatat terus meningkat.

Hal ini menandakan pertumbuhan kredit menganggur kemungkinan berkaitan dengan pelemahan daya beli dan tren deflasi yang terjadi secara beruntun.

Indonesia memang mencatat deflasi lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Deflasi beruntun tersebut merupakan pertama kali terjadi sejak 1999 atau 25 tahun terakhir.

Uchok Sky Khadafi selaku pengamat Politik anggaran memgatakan kredit menganggur ini disebabkan para pengusaha menahan untuk menarik fasilitas kreditnya yang telah disetujui oleh pihak perbankan.

“Ngeri ini, ketidakpastian suhu politik dan lama waktu proses Pemilu baik itu Pilpres hingga Pilkada menyebabkan para pengusaha untuk wait and see, mereka sudah pasti akan menyelamatkan diri sendiri dahulu,” ujar Uchok pada Senin 14 Oktober 2024.

Dikutip dari pemberitaan Kontan.id, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pada periode Juli 2024 Undisbursed Loan untuk Bank Umum naik 6,89% menjadi Rp 2.158,25 triliun secara tahunan (yoy), dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.019,16 triliun.

Peningkatan secara bulanan (mtm) sebesar 0,28% dari periode Juni 2024 sebesar Rp2.152,19 triliun.

Berbeda dengan Bank KBMI 1,3 dan 4, Undisbursed Loan Bank Umum KBMI 2 justru turun 0,20% menjadi Rp 381,88 triliun secara tahunan (yoy) dari Juli 2023 mencapai Rp 382,63 triliun, walaupun tercatat naik secara bulanan 0,78% dari periode Juni 2024 sebesar Rp 384,90 triliun.

Sementara itu, Undisbursed Loan Bank Persero atau milik BUMN tercatat turun pada periode Juli 2024 sebesar 1,47% menjadi Rp 408,14 triliun yoy, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 414,24 triliun. Namun angka tersebut naik secara bulanan 1,63% dari periode Juni 2024 sebesar Rp 401,58 triliun.

Adapun, Undisbursed Loan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang justru mencatat naik pada periode Juli 2024 sebesar 15,92% menjadi Rp31,39 triliun secara tahunan (yoy), dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,08 triliun.

Akan tetapi, angka tersebut turun secara bulanan sebesar 0,41% dari periode Juni 2024 sebesar Rp31,52 triliun.

Selanjutnya, Undisbursed Loan Bank Swasta Nasional juga tercatat naik secara tahunan (yoy) pada periode Juli 2024 sebesar 13,97% menjadi Rp 1.442,36 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1.265,55 triliun.

Angka tersebut juga naik secara bulanan sebesar 0,02% dari periode Juni 2024 sebesar Rp 1.442,05 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI