Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GAYA HIDUP

Global Auction Lelang 148 Lukisan Karya Maestro Seni Rupa Indonesia

badge-check


					Lukisan karya Harijadi Sumadidjaja berjudul People and Taxes (Rakdjat dan Padjak), 1956 Oil on canvas: 175 x 250 cm (foto : dok) Perbesar

Lukisan karya Harijadi Sumadidjaja berjudul People and Taxes (Rakdjat dan Padjak), 1956 Oil on canvas: 175 x 250 cm (foto : dok)

INAnews.co.id, Jakarta – Global Auction dengan bangga mempersembahkan lelang online bertajuk “Seni Asia Tenggara, Tiongkok, Modern dan Kontemporer,” yang akan diakhiri dengan lelang langsung pada tanggal 23 Oktober 2024.

Lelang ini menampilkan 148 karya seniman Indonesia dan internasional yang telah dikurasi secara cermat.

Ada beberapa koleksi istimewa yang menampilkan lukisan dari nama-nama ternama seperti Harijadi Sumadidjaja, Affandi, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, dan seniman berbakat lainnya.

Harijadi Sumadidjaja

Harijadi Sumadidjaja (1919–1997) adalah seorang pelukis otodidak. Ia juga merupakan tokoh sentral dalam organisasi Seniman Muda Indonesia (Seniman Indonesia Muda atau SIM), yang pada tahun 1957 diminta oleh Bung Karno untuk menyelesaikan relief mural monumental di Bandara Kemayoran, Jakarta.

Sebagai seniman realis, Harijadi berkontribusi terhadap Revolusi Indonesia melalui karya-karyanya yang menonjolkan cita-cita masyarakat awam.

Dalam lukisannya yang berjudul “Rakjat dan Padjak (People and Taxes)”, Harijadi dengan gamblang menangkap suasana Indonesia pasca kemerdekaan, mencerminkan tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Karya seni tersebut menggambarkan sekelompok individu dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat sipil dan pejabat pemerintah atau petugas pajak, yang terlibat dalam interaksi terkait perpajakan.

Sosok-sosok dalam lukisan tersebut digambarkan dengan warna coklat yang agak kalem, mencerminkan beban perpajakan yang dirasakan masyarakat. Sapuan kuas dan pencahayaan dramatis Harijadi semakin menegaskan realitas sosial pada masa itu.

Affandi

Affandi adalah salah satu maestro seni rupa Indonesia abad ke-20 yang paling menonjol. Pada tahun 1950-an, ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Sebagai seniman yang sangat produktif, Affandi menciptakan lebih dari 2.000 lukisan sepanjang kariernya.

Hendra Gunawan 

Hendra Gunawan adalah seniman Indonesia kelahiran Bandung yang mulai melukis pada tahun 1930an.

Karya-karyanya terkenal dengan perpaduan inovatif antara gaya tradisional Indonesia dan teknik lukisan modernis Barat. Ia sering menggambarkan subjek seperti binatang, figur, pemandangan alam, dan kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Dalam lukisannya yang bertajuk “Di Bawah Laut”, Hendra Gunawan menghadirkan gambaran kehidupan laut yang hidup dan fantastik. Fokus utama lukisan ini adalah ikan dan makhluk laut lainnya yang berenang di arus bawah air yang berputar-putar.

Lukisan ini didominasi warna biru tua, menciptakan kesan kedalaman dan misteri lautan. Sementara itu, sentuhan cerah warna merah jambu, kuning, dan merah pada ikan dan koral menciptakan kontras yang mencolok.

Srihadi Soedarsono 

Srihadi Soedarsono adalah tokoh penting dalam seni rupa modern Indonesia, yang terkenal karena penguasaan warna, komposisi, dan bentuk.

Sebagai pelukis senior yang berdedikasi, Srihadi telah menerima berbagai penghargaan, antara lain Penghargaan Nasional Seni Kontemporer dari Pemerintah Indonesia pada tahun 1971.

Penghargaan Kebudayaan dari Pemerintah Australia pada tahun 1973, dan Hibah Kebudayaan Pemerintah Belanda pada tahun 1977.

Ia terkenal karena melukis para penari, mengabadikan momen penampilan mereka dengan anggun. Salah satu contohnya terlihat pada lukisan “Bedoyo – Keindahan Jiwa” yang ditampilkan dalam lelang ini.

Tarian Bedoyo (atau Bedhaya) merupakan tarian klasik Jawa yang bercirikan gerakannya yang lambat, anggun, dan meditatif.

Dalam lukisan ini, Srihadi menggambarkan tiga orang penari bergerak ke kiri, mengenakan selendang berwarna putih kontras dengan latar belakang hitam, sedangkan kostumnya menyatu dengan kegelapan.

Rambut mereka ditata secara tradisional, dihiasi hiasan emas, dan memakai kalung. Secara keseluruhan, lukisan ini menampilkan keanggunan yang menawan.

Selain lukisan-lukisan tersebut, lelang juga menampilkan karya-karya kontemporer seniman modern, serta sejumlah patung pilihan. Setiap bagian telah dikurasi dengan cermat.

Para kolektor dan peminat seni dapat melihat langsung karya-karya tersebut di galeri Global Auction.

 

 

 

Reporter : Adisa Aulia Gunawan

Editor : Helmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP