Menu

Mode Gelap
Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T Amien Rais Kritik Rencana Pembukaan Kebun Sawit Baru di Tengah Ancaman Banjir Rayakan Momen Lebaran Penuh Harmoni: Manzone & Minimal Luncurkan Koleksi Sarimbit Eksklusif Bersama Rezky Aditya dan Citra Kirana

EKONOMI

Wamenekraf Tekankan Pentingnya Konversi Seni ke Nilai Ekonomi

badge-check


					Foto: dok. Kemenparekraf Perbesar

Foto: dok. Kemenparekraf

INAnews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (WamenEkraf/WakaBekraf) Irene Umar menghadiri pembukaan pameran Urban Pulse – Spectrum of Contemporary Art in Singapore di World Trade Center 2, Jakarta, Rabu (20/11/2024), menekankan pentingnya konversi karya seni ke nilai-nilai ekonomi demi keberlanjutannya ke depan.

Wamen Irene dalam pameran yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia itu mengatakan, seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif Indonesia harus bisa belajar dari Singapura yang berhasil mengonversi karya seni rupa dan budaya menjadi nilai ekonomi, terutama di kalangan masyarakat urban. Hal ini sangat penting dalam upaya penguatan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia.

“Ini adalah manifestasi dari apa yang dapat dihadirkan oleh budaya. Ekonomi kreatif akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia, tidak hanya untuk lima tahun ke depan tetapi juga seterusnya. Dengan demikian, di tingkat komunitas dan bisnis, kita dapat memanfaatkan kreativitas serta menekankan pola pikir bahwa karya seni dan kreativitas juga memiliki nilai ekonomi,” ujar WamenEkraf Irene dikutip laman kemenparekraf.

WamenEkraf dalam sambutannya di acara yang menghadirkan tujuh karya terkurasi dari tujuh seniman kontemporer itu juga berharap para seniman dan pegiat ekraf di subsektor seni rupa bisa saling menjalin kerja sama dari hubungan diplomasi yang baik antara Indonesia dan Singapura.

Hal ini dimaksudkan agar para seniman dan pegiat ekraf subsektor seni rupa bisa saling bertukar pikiran, mendapatkan kesempatan untuk keluar negeri dan menampilkan karyanya sebagai bentuk dari soft diplomacy.

“Harapannya para seniman Indonesia bisa duduk bersama, bertukar pikiran, mendapatkan kesempatan keluar negeri dan menampilkan karya-karyanya di sana. Jadi, ada konektivitas yang semakin kuat antara kedua negara,” kata Wamen Irene.

Sejalan dengan yang Wamen Irene sampaikan, Dubes Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, mengatakan selama ini hubungan diplomasi antara Indonesia dan Singapura sangat dekat. Baik secara bilateral maupun multilateral di level ASEAN.

“Seperti yang kita tahu bahwa hubungan kita sangat dekat. Dengan dibentuknya Kementerian Ekonomi Kreatif ini, saya tidak sabar untuk bekerja sama demi membuka jalan masa depan yang cerah regional kita bersama,” kata Dubes Kwok Fook Seng.

Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams; serta Pendiri dan Presdir Isa Art and Design, Deborah Iskandar.

Turut hadir mendampingi WamenEkraf Irene Umar, Plt Deputi Bidang Kreativitas Berbasis Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PLN Keluhkan Teknologi Datang Lebih Dulu dari Regulasi

29 Januari 2026 - 09:59 WIB

Harga Mahal dan Regulasi tak Pasti Jadi Penghalang Investasi EBT

29 Januari 2026 - 07:57 WIB

2026 Tahun Berat untuk Ekonomi dan Demokrasi Indonesia

28 Januari 2026 - 21:35 WIB

Populer EKONOMI