INAnews.co.id, Jakarta– Habib Rizieq Shihab (HRS), Ketum Front Pembela Islam (FPI) ajak umat, jemaah yang hadir di Reuni Akbar 212 Tahun 2024 di Monas, Jakarta, untuk mendoakan Pemerintahan Prabowo Subianto agar dibersihkan dari orang-orang bermasalah.
“Mari kita doakan Pemerintahan Prabowo ini agar dibersihkan dari orang-orang bermasalah, orang-orang yang selama ini bikin susah rakyat, orang-orang yang melaggar HAM—terlibat pembunuhan, terlibat korupsi, dengan (mukjizat) Alfatihah agar mereka disingkirkan sejauh-jauhnya dan dihancurkan Allah sehancur-hancurnya sehingga Bapak Presiden Prabowo dan kabinetnya ke depan bisa memimpin negara ini dengan baik tanpa diganggu lagi oleh orang-orang yang selama ini menjadi sumber masalah,” ajak HRS.
HRS mengajak demikian karena dilihatnya belakangan banyak masalah terjadi, seperti dalam penegakan hukum dan demokrasi.
“Bahwa penegakan hukum di Indonesia yang carut-marut selama ini, khususnya pada satu dekade, 10 tahun terakhir, demokrasi dirusak, hukum ditabrak, korupsi merajalela, judi di mana-mana—hancur-hancuran ini negeri. Maka itu saya berharap, mereka-mereka yang telah merusak negeri ini selama 10 tahun jangan dibiarkan. Tapi mereka harus dituntut pertanggungjawabannya,” pesan kuat HRS.
“Maka itu saya minta dengan tulus, dengan sangat hormat, kepada yang kami hormati Bapak Presiden Haji Prabowo Subianto, tolong Pak, bersihkan pemerintahan Bapak dari orang-orang bermasalah. Baik bermasalah dengan korupsi, bermasalah dengan judi, bermasalah dengan pelanggaran HAM, bermasalah dengan segalan kemungkaran dan kerusakan negeri, jangan mereka dibiarkan. Proses hukum. Tegakan keadilan bagi bangsa Indonesia,” tambah HRS.
HRS tidak peduli siapa pun kepada siapa hukum ditegakkan, termasuk kepasa eks presiden Jokowi.
“Kalau Bapak Presiden bertindak tegas untuk memproses semua pelanggar hukum pada 10 tahun—kita dukung tidak?” tanya HRS yang disambut jawaban “mendukung” dari jemaah yang hadir.
“Enggak peduli siapa pun dia. Enggap peduli. Apakah itu Jokowi ataupun ‘Fufufafa’ dan semua kroni-kroninya, yang terlibat seret ke pengadilan,” imbuhnya.
Selain mendoakan, HRS mengingatkan kepada siapa pun, khusus tampaknya untuk jemaah atau alumni 212, untuk tidak mengganggu Pemerintahan Prabowo Subianto.
“Kita beri kesempatan. Kita dorong tetapi tetap kita kritisi. Jadi bukan mendukung dalam arti menjilat, memuji yang bukan sebaiknya dipuji, jangan, jangan. Kita tetap amar makruf nahi mungkar. Ikhlaskan niat kita hanya mencari rida Allah,” kata HRS.






