Menu

Mode Gelap
“Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi

EKONOMI

Wamen PU Usul Manfaatkan Lahan Eks Likuifaksi untuk Swasembada Pangan

badge-check


					Foto: dok. Kementerian PU Perbesar

Foto: dok. Kementerian PU

INAnews.co.id, Palu– Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah untuk meninjau sejumlah infrastruktur penanganan pasca bencana Palu dan mengevaluasi potensi pemanfaatan lahan eks likuifaksi, baru-baru.

Wamen Diana mengatakan Kementerian PU berkomitmen mendorong pemanfaatan infrastruktur untuk mendukung swasembada pangan. “Kami ada proyek pembangunan jalan di Jono Oge, di kiri-kanan jalan ada lahan bekas likuifaksi seluas 250 ha. Lahan tersebut tidak termanfaatkan, saya usul mendukung swasembada pangan lahan tersebut bisa digunakan untuk pertanian,” kata Wamen Diana dalam keterangan resmi.

Wamen Diana menambahkan Kementerian PU akan menambahkan jaringan irigasi di lahan tersebut. “Saya minta ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk menambahkan irigasi dengan memanfaatkan air dari sumur pantau likuifaksi yang dibangun di sini,” tambah Wamen Diana.

Di Jono Oge Kementerian PU melalui BWS Sulawesi III telah membangun lahan percontohan pertanian dengan metode efisiensi penggunaan air untuk memitigasi potensi likuifaksi berulang terjadi. Lahan seluas 1.000 m2 ini telah dimanfaatkan untuk bawang merah batu yang ditanam perdana pada Juni 2024 dan hasil panen pertama seberat 150 kg.

Di lokasi ini BWS Sulawesi III juga merehabilitasi dan merekonstruksi sistem irigasi Gumbasa untuk mengembalikan fungsi irigasi di D.I Gumbasa Akibat bencana Palu pada 2018 silam. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp192 miliar yang dikerjakan Desember 2022 hingga Juni 2024.

“Di sini ada 1.500 ha lahan potensial di luar dari D.I Gumbasa, dengan memanfaatkan air tanah di daerah yg berpotensi likuifaksi, disekitar jaringan irigasi Gumbasa tepatnya di Desa Jono Oge yang bisa digarap untuk mendukung swasembada pangan, bisa bawang merah batu atau padi tergantung kebutuhannya,” ungkap Wamen Diana.

Kepala BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana mengatakan pemanfaatan lahan ini ditargetkan dilaksanakan pada 2025. “Tahun depan kita kerjakan dengan memanfaatkan air irigasi dan sebagian dari air sumur pantau likuifaksi,” ucap Dedi.

Salah satu petani di Jono Oge Suroso mengapresiasi proyek pemulihan irigasi ini. “Terima kasih Kementerian PU, dengan irigasi ini mudah-mudahan air bisa lebih baik lagi sehingga hasil panen lebih baik. Kami siap menanam bawang merah batu ataupun padi. Dalam kondisi normal lahan 1 ha bisa menghasilkan 6 ton bawang merah batu sementara padi bisa 8 ton” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Wamen Diana Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Maulidya Indah Junica, Kasatgas Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Sungai dan Pantai Dwi Purwantoro, Direktur Pembangunan Jalan Wida Nurfaida, Direktur Air Minum Anang Muchlis, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Wahyu Kusumo Susanto, Kepala BPJN Sulawesi Tengah Dadi Muradi dan Kepala BPPW Sulawesi Tengah Baskoro Elmiawan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Program MBG Capai 58 Juta Penerima

13 Januari 2026 - 07:02 WIB

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Populer NASIONAL