Menu

Mode Gelap
Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

PENDIDIKAN

Konten Kreator Surabaya Diajak Memperhatikan Kekayaan Intelektualnya oleh Wamen Ini

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, mengajak para konten kreator di Surabaya, Jawa Timur, agar selalu memperhatikan hak kekayaan intelektual (HKI) atas konten-konten yang mereka hasilkan.

Dalam “Sosialisasi Hak Cipta Konten Kreator” di Vasa Hotel, Surabaya, Sabtu (21/12/2024), Wamenekraf Irene mengatakan, konten kreator merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka ia menekankan agar para konten kreator memahami pentingnya pemanfaatan HKI agar karyanya tidak dicatut oleh orang lain.

Konten kreator juga berperan penting untuk mempromosikan produk-produk ekraf dalam berbagai platform digital.

“Konten kreator ini adalah new engine of growth. Kalau kita mau menjadikan ekonomi kreatif menjadi new engine of growth ini sangat membutuhkan peran konten kreator,” kata Irene, dikutip laman Kemenparekraf.

Irene mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang memetakan program untuk para konten kreator salah satunya terkait upaya memperkuat perlindungan hak cipta. “Kami ingin tahu program apa yang tepat sasaran dan dibutuhkan masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenekraf/Bekraf, Yuana Rochma Astuti, menambahkan konten kreator diyakini punya potensi untuk berkontribusi terhadap perolehan produk domestik bruto (PDB) nasional. Terlebih, jumlah konten kreator di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah.

Oleh karena itu, konten kreator perlu memahami HKI agar mereka bisa melindungi karyanya dari pembajakan dan meningkatkan kesejahteraan. “Jadi usaha kita adalah menyejahterakan konten kreator sebagai salah satu new engine of growth,” ungkap Yuana.

Wamenekraf Irene kemudian melanjutkan kegiatannya di Surabaya dengan mengunjungi Tabletoys Board Games Library di kawasan Mulyorejo. Tabletoys adalah kafe yang menyediakan beraneka ragam boardgames yang bisa dimainkan pengunjung.

Dalam kunjungan tersebut, Irene bertemu dan berdiskusi dengan Direktur Tabletoys, Martin Ang. Irene juga mencoba sejumlah permainan yang tersedia di Tabletoys.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Populer PENDIDIKAN