INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berharap pelayanan haji tetap prima meskipun harganya turun katema pandainya penyelenggara bernegoisasi dan berkoordisi dengan penyedia layanannya. Hal itu disampaikannya di akun X-nya, kemarin.
“Haji itu pelaksanaannya ibadah, penyelenggaraanya itu pelayanan, dan penyedia layanannya adalah bisnis,” kata KH Cholil.
Ia mengingatkan bahwa haji itu bagi yang mampu. Dan ongkosnya itu berdasarkan standar.
“Jadi ongkos haji itu ikuti saja harga penyelenggaraan, BPIH tidak perlu diratakan semua dg bayar BIPIH. Krn nilai pengembangan atau bagi hasilnya sdh diterima setian tahunnya,” tukas Cholil.
Diketahui bahwa biaya jemaah haji 2025 turun—dibanding tahun lalu. Tahun lalu jemaah mesti membayar 56 jutaan. Kini, tahun 2025, jemaah bayar 55 jutaan.
Disampaikan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa penurunan biaya haji untuk jemaah sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.






