Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

PENDIDIKAN

Universitas Moestopo Undang Akademisi Malaysia untuk Bahas Kondisi Dunia

badge-check


					Universitas Moestopo Undang Akademisi Malaysia untuk Bahas Kondisi Dunia Perbesar

Universitas Moestopo Undang Akademisi Malaysia untuk Bahas Kondisi Dunia

JAKARTA – Kondisi dunia yang tengah dalam ketidakpastian menjadi salah satu perhatian bagi akademisi. Karena itu, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pun menggelar Public Lecture dengan tajuk ‘Middle Powers in the Formation of a Multipolar World Order’.

Pada kesempatan tersebut, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Moestopo menghadirkan Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani, Deputi Rektor (Akademik & Internasional) Universiti Utara Malaysia. Prof. Azizuddin menyoroti peran penting middle powers dalam menciptakan tata kelola global yang stabil dan inklusif.

Prof. Azizuddin pada presentasi bertajuk “Middle Powers in a Multipolar World” menyampaikan bahwa dalam tatanan dunia multipolar yang terus berkembang, middle powers seperti Indonesia, Brasil, dan Afrika Selatan telah menunjukkan kemampuan luar biasa sebagai mediator dan penggerak utama dalam isu-isu global.

Menurutnya, middle powers adalah negara dengan pengaruh moderat yang memiliki karakteristik utama berupa kekuatan ekonomi, diplomasi aktif, serta komitmen terhadap multilateralisme.

Dalam pandangannya, Prof. Dr. Azizuddin menjelaskan bahwa middle powers berperan sebagai pembangun jembatan dengan memfasilitasi dialog global dan membangun konsensus.

Tak hanya itu, middle powers juga harus memiliki peran sebagai pendukung multilateralisme dengan mendorong penguatan institusi global seperti PBB dan G20, pembentuk koalisi dengan berperan aktif dalam aliansi regional dan global, termasuk ASEAN.

Selain itu, middle powers juga harus menjadi penggerak agenda global dengan fokus pada isu-isu seperti perubahan iklim dan hak asasi manusia dan penyeimbang kekuasaan dengan menjaga keseimbangan dalam hubungan internasional.

“Middle powers memainkan peran unik sebagai jembatan antara kekuatan besar dan negara-negara kecil, menciptakan peluang kerja sama dan stabilitas di dunia yang terfragmentasi,” ujar Prof. Dr. Azizuddin di Universitas Moestopo, Senin (14/1/2025)

Meskipun memiliki potensi besar, middle powers menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan pada kekuatan besar, keterbatasan sumber daya ekonomi dan militer, serta instabilitas regional yang kerap mengganggu upaya diplomasi multilateral. Selain itu, fragmentasi global semakin memperumit peran mereka dalam menciptakan konsensus internasional.

“Keberhasilan middle powers terletak pada kemampuan mereka untuk memanfaatkan kekuatan lunak, membangun aliansi, dan mendorong tata kelola berbasis aturan,” tambah Prof. Dr. Azizuddin.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Hubungan Internasional Universitas Moestopo, Setya Ambar Pertiwi, SE., MA., mengatakan bahwa middle powers, dengan strategi yang tepat dan adaptasi terhadap dinamika geopolitik, dapat menjadi pilar utama dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil.

“Dunia multipolar abad ke-21 membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif middle powers untuk menjamin stabilitas global yang inklusif dan berkelanjutan,” lugasnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama antara Universiti Utara Malaysia dan Universitas Moestopo setelah disepakatinya Letter of Intent untuk saling berkolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

10 Februari 2026 - 19:35 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah

7 Februari 2026 - 11:45 WIB

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah
Populer PENDIDIKAN