Menu

Mode Gelap
Polisi Jagung Dipuji Presiden: Polri Produksi 3,57 Juta Ton Jagung Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

NASIONAL

Protes Warga ke Bahlil terkait LPG 3 Kg

badge-check


					Foto: dok. Radio Elshinta/tangkapan layar Perbesar

Foto: dok. Radio Elshinta/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Protes warga ke Bahlil terkait elpiji 3 kg begitu keras. Sampai-sampai pemrotes menyinggung logika dan akal sehat Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM.

“Saya sekarang lagi masak, pak. Saya tinggal beli gas. Bukan masalah ambil gasnya. Anak kami lapar. Butuh makan, butuh kehidupan, pak. Logika berjalan dong, pak. Akal sehat berjalan dong, pak!” protes warga melihat tayangan Radio Elshinta di akun X-nya, Selasa (4/2/2025).

Pemrotes diketahui bernama Efendi. Ia protes langsung ke Bahlil saat mengantre gas elpiji 3 kg di Pangkalan yang melayani penjualan saat dilakukan pemantauan di kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Saat dimintai tanggapannya oleh awak media, Bahlil merasa dirimya tidak mengapa diprotes.

“Enggak apa-apa. Kita kan pemerintah harus mendengar langsung dari rakyat. Saya turun langsung supaya kita bisa langsung mendengar. Ini kan masukan bagus untuk kita melakukan pemetaan,” kata Bahlil.

“Kita harus fair memperbaiki tapi diaku juga bahwa yang menyalahgunakan subsidi untuk kita perbaiki. Itu yang paling penting,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun

27 Januari 2026 - 10:17 WIB

Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri

27 Januari 2026 - 09:15 WIB

Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

26 Januari 2026 - 18:43 WIB

Populer POLITIK