Menu

Mode Gelap
Indonesia Terseret Permainan Trump: Pakar Sebut Pemerintah Kehilangan Kedaulatan Pakar: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Batal Demi Hukum, Presiden Langgar Konstitusi Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung

GLOBAL

Tidak Ada yang Bisa Paksa Warga Gaza Tinggalkan Tanah Air

badge-check


					Foto: Peta awal cikal bakal Israel dari masa ke masa yang terus menggerus wilayah Palestina berdasarkan data UN OCHA, dok. Al Jazeera Perbesar

Foto: Peta awal cikal bakal Israel dari masa ke masa yang terus menggerus wilayah Palestina berdasarkan data UN OCHA, dok. Al Jazeera

INAnews.co.id, Jakarta– Tidak ada kekuatan yang dapat memaksa warga Palestina di Jalur Gaza untuk meninggalkan tanah air yang mereka tempati selama ribuan tahun, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu.

“Palestina, termasuk Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, adalah milik rakyat Palestina,” kata dia kepada wartawan di Istanbul sebelum bertolak untuk kunjungan di Malaysia.

Erdogan juga mengecam usulan pemerintah AS terkait Gaza, yang menurutnya dibuat di bawah tekanan rezim Zionis Israel.

Dia menyatakan bahwa usulan Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza tidak layak untuk dibahas.

Erdogan juga memuji kelompok perlawanan Palestina, Hamas, karena memenuhi janji dalam pertukaran tawanan dengan Israel, meski rezim Zionis berupaya menggagalkan pertukaran itu.

Terkait situasi di Suriah, Presiden Turki itu mengatakan dirinya berharap negara itu mencapai stabilitas dan kedamaian di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al Sharaa.

Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok teroris di Suriah, kata Erdogan, seraya mengungkapkan keyakinan bahwa Presiden al Sharaa akan berjuang melawan mereka.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Terseret Permainan Trump: Pakar Sebut Pemerintah Kehilangan Kedaulatan

26 Februari 2026 - 22:30 WIB

Pakar: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Batal Demi Hukum, Presiden Langgar Konstitusi

26 Februari 2026 - 22:01 WIB

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia

26 Februari 2026 - 21:01 WIB

Populer GLOBAL