INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah sebut ‘Negara Masih Terang, Negara Masih Baik-Baik Saja’ dikritik pengamat politik, Hendri Satrio. Hendri mengkritik karena dampak ekonomi belakangan ini, seperti kebijakan ekonomi Donald Trump, nilai tukar rupiah dan PHK.
“Semestinya Pemerintah memberikan informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan rakyat dalam menghadapi tantangan ekonomi Negeri di tahun ini, tentang rupiah yang makin melemah, tentang kebijakan ekonomi Trump, tentang ancaman kemungkinan PHK, Rakyat kan mesti tau kondisi yang sebenar-benarnya benar, sehingga kami tidak kaget, tolong tidak melulu disampaikan “Negara Masih Terang, Negara Masih Baik-Baik saja!”, kedepannya gimana?” kata Hendri di akun media sosial X-nya, Jumat.
Menyinggung yang disampaikan Founder KedaiKopi, lembaga survei, Hendri, terbaru, soal nilai rupiah, kini sudah di angka 17 ribu terhadap dolar. Sementara, soal kebijakan tarif terbaru yang disampaikan Presiden AS Donald Trump, Indonesia dikenai 32 persen.
Terakhir soal PHK, masih hangat belasan ribu karyawan Sritek yang terkena PHK—memungkinkan akan terjadi ke pekerja lain. Semoga tidak demikian.






