Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

INDAG

Indonesia dan AS Percepat Pembahasan Kebijakan Tarif Resiprokal

badge-check


					Foto: dok. Kemenko Perekonomian Perbesar

Foto: dok. Kemenko Perekonomian

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Washington, DC, Kamis (24/4/2025) sore waktu setempat, sebagai tindak lanjut kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025. Pertemuan ini menandai progres cepat diplomasi ekonomi Indonesia dalam merespons kebijakan perdagangan AS.

Dalam pertemuan tersebut, Secretary Bessent menyampaikan apresiasi atas surat resmi Menko Airlangga yang dinilainya sebagai “awal yang sangat baik” dalam menjaga hubungan bilateral.

“Saya berterima kasih atas komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan AS,” ujar Bessent dilansir laman Kemenko Perekonomian.

Indonesia termasuk kelompok negara pertama yang melakukan pembahasan intensif dengan Pemerintah AS terkait kebijakan tarif ini. Sebelumnya, Menko Airlangga telah bertemu dengan Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Menteri Perdagangan AS untuk menyampaikan posisi resmi Indonesia.

Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, Menko Airlangga menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan pembelian komoditas AS, termasuk minyak dan gas bumi, produk pertanian, dan critical minerals(bahan mineral strategis).

“Kami mendukung perdagangan yang fair and square. Indonesia juga akan melakukan deregulasi di sektor perizinan impor, kuota, dan tingkat kandungan dalam negeri (local content),” jelas Airlangga.

Proses negosiasi teknis akan segera dimulai setelah penandatanganan perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan USTR pada 23 April 2025. “Kami targetkan pembahasan detail bisa selesai dalam 60 hari,”tegas Airlangga.

Pemerintah AS juga menyatakan minat untuk: Kolaborasi di G20 (AS akan memegang Presidensi 2026) dan dukungan bagi aksesi OECD Indonesia, sebagai momentum reformasi deregulasi.

Menko Airlangga didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu, dan Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC Ida Bagus Bimantara.

Delegasi juga melibatkan asosiasi bisnis dan sektor swasta sebagai bagian dari strategi gotong royong ekonomi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK