INAnews.co.id, Jakarta– Eks Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah keras tudingan bahwa presiden terpilih itu akan menjadi “boneka” Joko Widodo (Jokowi). Melalui serangkaian cuitan di akun X pribadinya, Dahnil membagikan pengalamannya selama tujuh tahun bekerja bersama Prabowo, menggambarkan sang politisi Gerindra sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter kuat dan loyal.
“Pagi ini saya mau sedikit cerita tentang karakteristik kepemimpinan Pak @prabowo yang saya kenal. Setelah 7 tahun menjadi Jubir beliau. Karena belakang banyak sekali yang terus memanas-manasi bahwa beliau menjadi Boneka Pak @jokowi dan saya pastikan itu tidak akan pernah terjadi,” tulis Dahnil, Selasa (6/5/2025).
Dahnil mengungkapkan bahwa Prabowo sangat memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang bekerja dengannya dan selalu menekankan pentingnya bekerja untuk rakyat yang paling kesulitan secara ekonomi. Prabowo juga dikenal tidak pernah mempermalukan atau memarahi anak buahnya di depan publik.
“Pak @prabowo akan menjaga martabat tokoh senior yang beliau hormati pun demikian kehormatan anak-anak buahnya yang bekerja dengan loyal membanti beliau. Tidak mudah diprovokasi cerita jelek dari luar,” lanjut Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji itu.
Salah satu cerita yang dibagikan Dahnil adalah pengalamannya ketika Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Saat itu, Prabowo mengajukan tiga nama untuk menjadi staf khususnya, termasuk Dahnil. Namun, hanya dua nama yang disetujui oleh Istana.
“Kami semua kaget. Mengapa yang diajukan oleh Pak @prabowo tiga nama, namun yang hanya disetujui adalah 2 nama. Kesimpulan kami, mungkin karena residu Pilpres, saya saat itu adalah Koordinator Jubir Pak Prabowo. Banyak merepresentasikan Pak Prabowo di ruang-ruang publik kompetisi Presiden di 2019 tersebut. Sehingga, masih ada yang tidak berkenan saya ada di dalam pemerintahan,” jelas Dahnil.
Ketika Dahnil menawarkan untuk ditugaskan di luar agar tidak mengganggu hubungan Prabowo dengan Istana, Prabowo menolak dan justru memerintahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan untuk membuat Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Asisten Khusus sekaligus Juru Bicara Menteri Pertahanan.
“Akhirnya, Pak @prabowo memerintahkan Sekjen Kemhan untuk membuat SK atas nama saya sebagai Asisten Khusus sekaligus Jubir Menhan, bukan staf khusus, asisten khusus bersama dengan Pak Syafri dan beberapa Jenderal lainnya saat itu. Akhirnya, saya pun tetap bertugas sebagai Jubir Menhan. Makanya, sejak saat itu, bagi saya loyalitas terhadap Pak Prabowo adalah terpenting, karena sebagai pemimpin beliau juga loyal kepada anak buahnya,” ungkap Dahnil.
Dahnil menegaskan bahwa upaya untuk mengadu domba Prabowo dengan Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), atau Megawati Soekarnoputri tidak akan berhasil. Prabowo bahkan bersedia berdialog dengan para purnawirawan yang mendesak agar wakil presiden terpilih diturunkan.
“Jadi, bila saat ini, ada yang berusaha terus mengadu domba Pak @prabowo dengan Pak Jokowi, Pak SBY atau Ibu Megawati, tidak akan sukses. Bahkan, kepada para Purnawirawan yang mendesak Mas Wapres supaya diturunkan saja Pak Prabowo mau dan bersedia berdialog dengan mereka, agar tidak ada permusuhan di antara semuanya,” pungkas Dahnil.






