Menu

Mode Gelap
Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

KEUANGAN

Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau berakhir melemah tipis pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (14/5/2025). Pergerakan rupiah cenderung fluktuatif sepanjang hari, namun akhirnya harus menyerah terhadap penguatan tipis mata uang Paman Sam.

Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber, berikut adalah rangkuman penutupan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

Data dari Bank Indonesia (BI), seperti yang dilansir dari laman resminya pada pukul 16.00 WIB, menunjukkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di level Rp 16.185 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan tipis dibandingkan posisi JISDOR kemarin yang berada di Rp 16.178 per dolar AS.

Bloomberg mencatat, pada penutupan perdagangan spot, nilai tukar rupiah berakhir di level Rp 16.190 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 2 poin atau sekitar 0,01% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.188 per dolar AS.

Reuters juga melaporkan penutupan nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.188 – Rp 16.192 per dolar AS.

Meskipun mengalami pelemahan tipis, pergerakan rupiah hari ini relatif stabil di tengah sentimen pasar global yang beragam. Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini di antaranya adalah data ekonomi dalam negeri, ekspektasi kebijakan moneter AS, serta perkembangan geopolitik global.

Para analis memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama perkembangan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga dan data-data ekonomi AS lainnya. Investor dan pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan pasar global untuk mengantisipasi pergerakan nilai tukar rupiah selanjutnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM