Menu

Mode Gelap
“Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi

INDAG

IHSG Hari Ini Menguat karena Sentimen Positif Perundingan AS-China

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (10/6/2025), setelah libur Iduladha. Pasar merespons positif sejumlah sentimen global dan domestik, termasuk kelanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat di level 7.205,897, naik sekitar 1,30% dari posisi penutupan sebelumnya di 7.113,425. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.210,228 pada awal sesi perdagangan.

Optimisme di pasar global meningkat menyusul kelanjutan pembicaraan antara pejabat tinggi Amerika Serikat dan Tiongkok. Harapan akan meredanya ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini memberikan angin segar bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Pembukaan kembali Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah libur Iduladha kerap diikuti dengan peningkatan aktivitas investor, terutama mereka yang kembali dari cuti. Hal ini turut berkontribusi pada dorongan positif awal di IHSG.

Beberapa sekuritas dan analis pasar telah mengeluarkan rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan hari ini, menyarankan pencermatan terhadap saham-saham dengan potensi penguatan. Saham seperti FORE, KRYA, dan MPXL terlihat “ngegas” dan masuk daftar top gainers pagi ini.

Meskipun belum ada sentimen domestik besar yang menonjol di luar momentum pasca-libur, kepercayaan investor terhadap potensi penguatan pasar masih terjaga. Beberapa analis memproyeksikan IHSG berpotensi mencapai level 7.400 pada Juni 2025, meskipun tetap mewaspadai perlambatan ekonomi di Tiongkok dan potensi ketidakstabilan politik domestik yang dapat membebani sentimen.

Meskipun demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati pergerakan pasar ke depan, terutama terkait perkembangan negosiasi AS-China dan data ekonomi global yang akan dirilis. Pekan ini (10-13 Juni 2025) diperkirakan menjadi periode penting bagi pergerakan IHSG.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Populer EKONOMI