Menu

Mode Gelap
Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

NASIONAL

Timwas Haji DPR Soroti Keterbatasan dan Pembatasan Layanan Kesehatan Jemaah di Arab Saudi

badge-check


					Foto: Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eddy Wuryanto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eddy Wuryanto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Mekkah– Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eddy Wuryanto, mengungkapkan berbagai permasalahan serius terkait layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mekkah. Ia menyoroti keterbatasan tenaga kesehatan dan pengetatan layanan oleh otoritas Arab Saudi yang menyulitkan upaya pelayanan jemaah.

Menurut Eddy, tenaga kesehatan Indonesia menghadapi kendala besar dalam melayani jemaah di Arab Saudi karena adanya pengetatan layanan kesehatan di hotel-hotel. Petugas kesehatan bahkan disebut-sebut “disapu” dan diawasi secara ketat, sehingga terpaksa melayani jemaah secara sembunyi-sembunyi, masuk dari kamar ke kamar.

“Ini tentu tidak baik untuk tenaga kesehatan kita, padahal mereka sudah punya lisensi, sudah punya izin dan lain sebagainya. Ini menjadi persoalan,” ujar Eddy lewat akun YouTube DPR RI, Selasa.

Masalah kedua yang disorot adalah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang tahun ini juga tidak diizinkan untuk melayani jemaah karena pengetatan yang dilakukan oleh Arab Saudi. Eddy menjelaskan bahwa bangunan yang digunakan untuk KKHI adalah sewa hotel, sehingga infrastrukturnya tidak standar untuk layanan klinik atau rumah sakit.

Melihat kondisi ini, Eddy Wuryanto menekankan pentingnya kerja sama operasional antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Ia mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan diplomasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Paling tidak untuk kerja sama operasional klinik kesehatan haji yang permanen atau rumah sakit haji yang ada di Mekkah ini sangat penting karena jemaah haji kita, jemaah umrah kita setiap tahun jumlahnya banyak dan itu menyangkut keselamatan mereka,” jelasnya.

Secara jangka panjang, Eddy berharap Menteri Kesehatan dan pemerintah Arab Saudi dapat terus melakukan diplomasi yang pada intinya akan mendorong pembangunan rumah sakit haji Indonesia yang permanen di Mekkah untuk layanan kesehatan haji yang lebih baik. Harapan ini muncul mengingat keselamatan dan kesehatan jemaah haji Indonesia yang jumlahnya sangat besar setiap tahun menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

12 Januari 2026 - 17:47 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Populer NASIONAL