INAnews.co.id, Mekkah– Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eddy Wuryanto, mengungkapkan berbagai permasalahan serius terkait layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mekkah. Ia menyoroti keterbatasan tenaga kesehatan dan pengetatan layanan oleh otoritas Arab Saudi yang menyulitkan upaya pelayanan jemaah.
Menurut Eddy, tenaga kesehatan Indonesia menghadapi kendala besar dalam melayani jemaah di Arab Saudi karena adanya pengetatan layanan kesehatan di hotel-hotel. Petugas kesehatan bahkan disebut-sebut “disapu” dan diawasi secara ketat, sehingga terpaksa melayani jemaah secara sembunyi-sembunyi, masuk dari kamar ke kamar.
“Ini tentu tidak baik untuk tenaga kesehatan kita, padahal mereka sudah punya lisensi, sudah punya izin dan lain sebagainya. Ini menjadi persoalan,” ujar Eddy lewat akun YouTube DPR RI, Selasa.
Masalah kedua yang disorot adalah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang tahun ini juga tidak diizinkan untuk melayani jemaah karena pengetatan yang dilakukan oleh Arab Saudi. Eddy menjelaskan bahwa bangunan yang digunakan untuk KKHI adalah sewa hotel, sehingga infrastrukturnya tidak standar untuk layanan klinik atau rumah sakit.
Melihat kondisi ini, Eddy Wuryanto menekankan pentingnya kerja sama operasional antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Ia mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan diplomasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
“Paling tidak untuk kerja sama operasional klinik kesehatan haji yang permanen atau rumah sakit haji yang ada di Mekkah ini sangat penting karena jemaah haji kita, jemaah umrah kita setiap tahun jumlahnya banyak dan itu menyangkut keselamatan mereka,” jelasnya.
Secara jangka panjang, Eddy berharap Menteri Kesehatan dan pemerintah Arab Saudi dapat terus melakukan diplomasi yang pada intinya akan mendorong pembangunan rumah sakit haji Indonesia yang permanen di Mekkah untuk layanan kesehatan haji yang lebih baik. Harapan ini muncul mengingat keselamatan dan kesehatan jemaah haji Indonesia yang jumlahnya sangat besar setiap tahun menjadi prioritas utama.






