Menu

Mode Gelap
Ekonom Desak Presiden Bangun Kesepakatan Lintas Rezim untuk Kurangi Belanja CEO ‘BAT Bank’ Dijemput Penyidik, CWIG Soroti Dugaan TPPU dan Pencatutan Nama Presiden RI RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia

NASIONAL

BKSAP Kecam Penahanan Relawan Kemanusiaan oleh “Israel”: Lawan Ketidakadilan!

badge-check


					Foto: Politisi PKS Mardani Ali Sera, dok. parlementaria Perbesar

Foto: Politisi PKS Mardani Ali Sera, dok. parlementaria

INAnews.co.id, Jakarta– Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengecam keras tindakan Israel yang menahan 12 relawan kemanusiaan internasional saat hendak menyalurkan bantuan ke Gaza. Para relawan tersebut ditahan setelah kapal Madleen yang mereka tumpangi dicegat secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional dalam misi kemanusiaan menuju wilayah yang masih diblokade.

Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menyatakan solidaritas penuh kepada para relawan yang kini berada dalam tahanan otoritas Israel. “Penahanan terhadap para relawan kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata dari kezaliman berulang yang dilakukan oleh Israel. Namun kita tidak boleh mundur dan tidak boleh menyerah, karena justru hal ini menjadi alasan kuat untuk terus melawan segala bentuk ketidakadilan,” tegas Mardani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/6/2025).

BKSAP DPR RI juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pejuang kemanusiaan dari berbagai negara yang tetap teguh menjalankan misi mereka ke Gaza, meski menghadapi ancaman, tekanan, dan risiko penahanan.

Mardani menegaskan, intersepsi terhadap kapal Madleen di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum laut dan hukum humaniter internasional. Ia menilai aksi ini semakin memperjelas upaya Israel untuk menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

“PBB telah memperingatkan bahwa seluruh rakyat Gaza kini berada dalam risiko kelaparan akibat perang yang berlangsung lebih dari 20 bulan. Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik genting, di mana kebutuhan akan makanan, air bersih, dan layanan dasar lainnya semakin mendesak. Karena itu, tindakan Israel sungguh tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan,” ujar Mardani.

Saat ini, Israel menghadapi tekanan internasional yang semakin besar untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Palestina. Komunitas global mendesak agar pasokan kebutuhan dasar segera masuk ke Gaza guna mencegah bencana kemanusiaan yang lebih parah.

Penahanan terhadap relawan dan blokade bantuan dinilai hanya akan memperburuk krisis yang ada.

Sebagai representasi diplomasi parlemen Indonesia, BKSAP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan melindungi hak para relawan kemanusiaan. Tindakan represif, menurut BKSAP, harus dibalas dengan konsistensi perjuangan, kolaborasi antarnegara, dan tekanan internasional yang semakin kuat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RI Terjepit di Antara AS dan Tiongkok

3 Mei 2026 - 21:56 WIB

Pengamat Politik Kritik Rencana Penutupan Prodi

3 Mei 2026 - 19:54 WIB

Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita

3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Populer EKONOMI