INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat pagi ini, 13 Juni 2025, terpantau dibuka di zona merah. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik yang juga menunjukkan koreksi.
Mengutip data dari berbagai sumber, IHSG dibuka pada posisi 7.191,12 poin, turun dari level penutupan sebelumnya di 7.204,37 poin. Pada pukul 09.19 WIB, IHSG semakin merosot sekitar 0,30% ke posisi 7.182.
Bahkan IHSG sempat dibuka turun lebih dalam sekitar 0,39% ke posisi 7.175,97.
Pelemahan IHSG pagi ini disebabkan oleh tekanan jual pada sejumlah saham unggulan (big caps) seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Mayoritas sektor saham juga memerah, dengan sektor teknologi mencatat koreksi terbesar hingga 1,11%.
Para analis dari berbagai sekuritas, seperti yang diulas oleh Phintraco Sekuritas (dikutip Bisnis.com dan Investor Daily), memperkirakan IHSG rawan koreksi lanjutan dan akan menguji level psikologis 7.200 hingga pivot 7.170. Sentimen pasar global, seperti antisipasi rilis data Michigan Consumer Sentiment Prelimenary di AS dan data inflasi di Jerman, turut membayangi pergerakan IHSG. Dari domestik, pasar menantikan rilis data Retail Sales April 2025.
Meskipun IHSG dibuka melemah, beberapa saham menunjukkan pergerakan positif di awal perdagangan. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek positif di tengah volatilitas pasar.*






