Menu

Mode Gelap
Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung “Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi

INDAG

IHSG Jumat Dibuka Melemah

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat pagi ini, 13 Juni 2025, terpantau dibuka di zona merah. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik yang juga menunjukkan koreksi.

Mengutip data dari berbagai sumber, IHSG dibuka pada posisi 7.191,12 poin, turun dari level penutupan sebelumnya di 7.204,37 poin. Pada pukul 09.19 WIB, IHSG semakin merosot sekitar 0,30% ke posisi 7.182.

Bahkan IHSG sempat dibuka turun lebih dalam sekitar 0,39% ke posisi 7.175,97.

Pelemahan IHSG pagi ini disebabkan oleh tekanan jual pada sejumlah saham unggulan (big caps) seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Mayoritas sektor saham juga memerah, dengan sektor teknologi mencatat koreksi terbesar hingga 1,11%.

Para analis dari berbagai sekuritas, seperti yang diulas oleh Phintraco Sekuritas (dikutip Bisnis.com dan Investor Daily), memperkirakan IHSG rawan koreksi lanjutan dan akan menguji level psikologis 7.200 hingga pivot 7.170. Sentimen pasar global, seperti antisipasi rilis data Michigan Consumer Sentiment Prelimenary di AS dan data inflasi di Jerman, turut membayangi pergerakan IHSG. Dari domestik, pasar menantikan rilis data Retail Sales April 2025.

Meskipun IHSG dibuka melemah, beberapa saham menunjukkan pergerakan positif di awal perdagangan. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek positif di tengah volatilitas pasar.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung

13 Januari 2026 - 11:05 WIB

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Populer NASIONAL