Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

NASIONAL

Partai Buruh Desak Hentikan Perang dan Genosida di Gaza, Aksi Hari Ini

badge-check


					Foto: Presiden Partai Buruh, Said Iqbal/tangkapan layar Perbesar

Foto: Presiden Partai Buruh, Said Iqbal/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja Indonesia, yang terdiri dari lebih dari 60 konfederasi dan federasi serikat pekerja nasional serta organisasi rakyat dari kalangan petani, nelayan, guru, dan elemen masyarakat lainnya, akan menggelar aksi besar-besaran pada Jumat, 20 Juni 2025. Aksi ini akan dimulai di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jakarta, dilanjutkan dengan long march ke Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan berakhir di Kedutaan Besar Mesir.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza serta konflik bersenjata di Timur Tengah. Ribuan buruh, guru, dan simpatisan akan turun ke jalan untuk menyuarakan tiga tuntutan utama:

– Pertama, hentikan perang antara Iran dan Israel.

– Kedua, hentikan genosida di Gaza dan bebaskan Palestina.

– Ketiga, desak PBB dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh perang di dunia.

Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah Mesir agar membuka perbatasan Rafah sebagai jalur krusial bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza yang kini terisolasi dan terkepung.

Said Iqbal menegaskan, aksi ini bukan sekadar ekspresi politik, melainkan panggilan nurani gerakan buruh atas ketidakadilan global yang terus terjadi. Ia menyoroti dampak perang yang sangat merugikan kaum pekerja, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, kehancuran ekonomi rakyat, hingga masa depan buruh yang terancam akibat konflik berkepanjangan.

“Buruh bukan hanya bekerja. Buruh adalah manusia. Dan perang, seperti yang terjadi hari ini, telah mencabut kemanusiaan kita. Perang menciptakan PHK, menghancurkan ekonomi rakyat, memporak-porandakan masa depan pekerja di seluruh dunia. Karena itu, kami tegaskan, buruh harus berdiri paling depan melawan perang!” tegas Said Iqbal dalam video singkat yang diterima media, Kamis.

Aksi damai ini diharapkan menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar tahun ini, sekaligus membawa pesan moral bahwa rakyat Indonesia, khususnya kaum pekerja, tidak akan tinggal diam menyaksikan penderitaan warga sipil yang tak berdosa akibat perang dan genosida.

Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja menyerukan kepada PBB, Pemerintah Amerika Serikat, dan seluruh negara, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk mengambil sikap tegas: stop perang Iran–Israel, hentikan genosida di Gaza, dan bebaskan Palestina.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi

12 Januari 2026 - 21:42 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

12 Januari 2026 - 17:47 WIB

Populer POLITIK