INAnews.co.id, Jakarta– Memasuki era baru ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, kemampuan untuk mengolah dan menganalisis data secara efektif telah menjadi pilar utama dalam pengambilan keputusan yang strategis di berbagai sektor, mulai dari sektor logistik, keuangan, hingga pengembangan kebijakan publik.
Dengan lebih dari 215 juta pengguna internet dan bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, kita memiliki sumber daya data dan sumber daya manusia yang melimpah. Namun keterbatasan talenta digital profesional yang ahli dalam analisis data, yang saat ini hanya 0,8% dari total angkatan kerja, menjadi salah satu isu utama yang harus diatasi bersama.
Pemerintah telah merumuskan Strategi Nasional Ekonomi Digital Indonesia 2023–2030 sebagai panduan untuk pembangunan digital nasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, penyediaan pengetahuan atau wawasan yang dalam (insight) dari data-data yang ada dan sudah teranalisis dengan baik. Untuk itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital melaksanakan Workshop Tim Analisis Data Lingkup Kedeputian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, pada tanggal 18-20 Juni 2025.
Kegiatan workshop tersebut menjadi penting dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai untuk mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data di lingkungan Kemenko Perekonomian, khususnya dalam lingkup Kedeputian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital.
Selain itu, workshop dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pegawai dalam menyiapkan dan merumuskan data atau konsep kebijakan yang komprehensif sebagai rekomendasi tindak lanjut.
Beberapa aspek strategis berbasis data yang menjadi fokus utama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yakni:
Pengembangan Logistik Nasional
Sistem logistik yang efisien adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dengan memanfaatkan analisis data, dapat mengoptimalkan rantai pasok, mengurangi biaya logistik yang saat ini mencapai 14% dari PDB nasional, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Data real-time dari pelabuhan, gudang, dan transportasi dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan, mengurangi kemacetan, dan memastikan distribusi barang yang tepat waktu, terutama untuk mendukung UMKM di daerah terpencil.
Fasilitasi Perdagangan dan Ekspor Nasional
Untuk meningkatkan daya saing di pasar global, analisis data dapat membantu mengidentifikasi peluang ekspor baru, memahami tren pasar internasional, dan menyusun strategi perdagangan yang lebih kompetitif. Data perdagangan lintas batas yang terintegrasi memungkinkan untuk mempercepat proses ekspor, mengurangi hambatan birokrasi, dan mendukung pelaku usaha kecil menengah untuk go global.
Menghitung Dampak Ekonomi Digital
Di era transformasi digital, ekonomi semakin bergeser ke ruang digital melalui e-commerce, fintech, layanan berbasis cloud, dan berbagai inovasi lainnya. Melalui Workshop tersebut diharapkan dapat mengeksplorasi sumber data seperti transaksi digital, nilai tambah industri teknologi, dan kontribusi platform digital terhadap lapangan kerja yang dapat dijadikan indikator yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi digital dan dampaknya terhadap PDB Indonesia.
Inklusi Keuangan
Inklusi keuangan adalah kunci untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan keuangan yang terjangkau. Dengan analisis data, dapat memetakan wilayah-wilayah yang masih belum mendapatkan layanan bank atau belum memiliki rekening, merancang produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan memantau efektivitas program literasi keuangan. Data transaksi digital juga memungkinkan untuk mendeteksi potensi risiko keuangan dan melindungi konsumen dari praktik yang merugikan.
Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga
Di sektor perdagangan dalam negeri, analisis data digunakan untuk memantau dinamika harga, mendeteksi praktik perdagangan yang tidak sehat, dan memastikan perlindungan konsumen yang lebih baik. Dengan data yang akurat, dapat merumuskan kebijakan yang menjaga stabilitas harga, mendorong persaingan yang sehat, dan menciptakan ekosistem perdagangan yang adil dan teratur.
“Workshop yang dilakukan dalam bentuk pemaparan materi, praktik serta diskusi yang dipandu oleh Prof. Michael Goutama, dan Dr. Bagus Sartono Ketua Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor selama tiga hari ini tentunya masih belum cukup. Oleh sebab itu, seluruh peserta diharapkan mampu memahami dan mempraktikan materi yang diberikan oleh narasumber. Selanjutnya, pembelajaran tidak berhenti pada saat berakhirnya workshop, tetapi juga terus dilakukan dalam praktik lanjutan atau proses kerja Tim Data Analitik,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Pujo Setio, yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital dilansir laman Kemenko Perekonomian.
Workshop diikuti sebanyak 55 orang peserta dari lingkup Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, serta perwakilan dari IPB University dan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Ismariny dan Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Theodore Sutarto.*






