Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PERISTIWA

Polemik Sungai Bawan, DLHK Berau Enggan Bahas Sungai Boet

badge-check


					Polemik Sungai Bawan, DLHK Berau Enggan Bahas Sungai Boet Perbesar

INAnews.co.id, Berau – Meski polemik penimbunan sungai Bawan dipaparkan secara terbuka dan lugas dalam forum Mediasi klarifikasi awal yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau.

Didampingi sejumlah staf DLHK, rapat mediasi klarifikasi awal dipimpin langsung kepala dinas Sujadi, hadir juga pihak perwakilanPT KJB dan sejumlah pelapor hadir, menyusul pembahasan rapat mediasi dan klarifikasi atas dugaan pelanggaran dan penyimpangan tambang batu bara PT KJB.

Dalam rapat mediasi klarifikasi awal yang dipimpin langsung Kepala Dinas Sujadi, hadir juga pihak perwakilan dari PT KJB dan sejumlah pelapor dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Berau dan Aliansi Masyarakat Kabupaten Berau.

Dalam rapat itu juga membahas atas dugaan pelanggaran dan penyimpangan tambang batu bara PT KJB.

Mediasi klarifikasi awal yang digelar diruang rapat DLHK rabu 23 Juli 2019 boleh jadi sebagai upaya menyikapi aksi moral Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Berau yang menyoalkan sungai bawan juga termasuk laporan sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Elemen Masyarakat Kabupaten Berau sebagai pihak pelapor.

Sungai Boet Kabupaten Berau

“Di rapat itu juga dibahas tentang sungai Boet yang berada di areal konsesi ijin AMDAL 1000 hektar dan beberapa pelanggaran lainnya, ” ujar Ketua KPADK pada 06 agustus 2019.

Namun terangnya KPADK Berau menyayangkan ada oknum pejabat DLHK yang tidak memberi ruang pembahasan soal penimbunan di sungai Boet di areal AMDAL 1000 hektar yang diijinkan.

Dalam bahasannya tenaga teknis PT KJB Dedi Romansah mengatakan jika sungai Boet adalah aliran bukan sungai. “Sungai Boet bukan sungai melainkan aliran, ”paparnya.

Menyusul pembahasan sungai Boet staf DLHK menghentikan pertanyaan yang disampaikan tim Aliansi Elemen Masyarakat yang mempertanyakan dasar kajian tenaga teknis PT KJB yang menyebutkan jika sungai Boet adalah aliran dan bukan sungai.

“Saat ini kita fokus pada sungai Bawan, jika ingin bahas Boet jangan di rapat ini sebab ada hadir tim lain disini ,”kata staf DLHK.

“Mengapa dan ada apa dengan sungai boet ? kok DLHK Berau seolah enggan membahasnya,” ujar perwakilan Aliansi Elemen Masyarakat Berau.

Laporan Biro Kabupaten Berau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa SD, BGN Akan Investigasi

11 Desember 2025 - 16:14 WIB

Banjir Bandang Tiga Provinsi Ulah Manusia

4 Desember 2025 - 12:44 WIB

Populer PERISTIWA