INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi ini, 4 Juli 2025. Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menahan tingkat suku bunga acuannya pada pertemuan Juli 2025 mendatang.
Mengutip berbagai sumber, IHSG dibuka naik 0,22% ke level 6.893,22, dan beberapa menit setelahnya menguat 0,53% ke level 6.914,41. Penguatan ini ditopang oleh sebagian indeks sektoral, dengan IDX Sektor Teknologi melonjak 1,17%, disusul oleh IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Keuangan, dan IDX Sektor Energi.
Beberapa emiten yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 3,51%, Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 2,82%, dan PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) naik 2,2%.
Bloomberg Technoz melaporkan IHSG dibuka menguat 0,22% ke level 6.893 di tengah antrean IPO (Initial Public Offering) yang cukup banyak. Hal ini menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia masih cukup tinggi.
Lainnya juga mengonfirmasi pembukaan IHSG yang menguat sebesar 21,09 poin atau 0,31% ke posisi 6.899,14. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga naik 0,37% ke posisi 768,43.
Analis memprediksi IHSG akan bergerak mendatar (sideways) cenderung menguat pada perdagangan hari ini.
Meskipun demikian, ada optimisme yang didukung oleh penguatan bursa saham AS di Wall Street pada perdagangan Kamis (3/7) kemarin, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru. Hal ini memicu optimisme bahwa ekonomi AS tetap tangguh.
FAC Sekuritas, dalam risetnya yang dilansir Pasardana, memperkirakan IHSG cenderung bergerak mixed namun berpotensi ditutup di zona hijau. MNC Sekuritas, menurut Infobanknews, melihat IHSG berpeluang menguat setidaknya ke rentang 6.992-7.050.
Para pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan mitra dagangnya, termasuk Indonesia, menjelang batas waktu pemberlakuan tarif resiprokal pada 9 Juli 2025, serta perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak AS yang dapat memengaruhi arus dana investasi global.
Secara keseluruhan, IHSG memulai perdagangan Jumat ini dengan tren positif, didukung oleh sektor-sektor tertentu dan sentimen global yang mulai mereda, meskipun tetap ada kewaspadaan terhadap kebijakan The Fed dan perkembangan ekonomi global.*






