Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PENDIDIKAN

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bakrie Sukses Presentasikan 14 Ide Bisnis di Entrepreneurship Week

badge-check


					Tim penilai dari kegiatan ini yakni, DR. Andriani Latania Triramdhani, S.E,M.H,M.M dari Kelompok Usaha Bakrie dan Hendra Senjaya, B.bus yang merupakan Business teacher dari Binus School of Bekasi saat berfoto bersama peserta Entrepreneurship Week Universitas Bakrie (foto : dok) Perbesar

Tim penilai dari kegiatan ini yakni, DR. Andriani Latania Triramdhani, S.E,M.H,M.M dari Kelompok Usaha Bakrie dan Hendra Senjaya, B.bus yang merupakan Business teacher dari Binus School of Bekasi saat berfoto bersama peserta Entrepreneurship Week Universitas Bakrie (foto : dok)

INAnews.co.id, Jakarta– Guna memberikan kegiatan pendidikan yang lebih mengedepankan dunia usaha kepada mahasiswa Universitas Bakrie juga terdapat mata kuliah Entrepreneurship.

Mata kuliah ini lebih banyak menggali soal experience the real thing, mata kuliah entrepreneurship ini juga terdapat di semua jurusan baik sosial maupun teknik. Tujuannya untuk menciptakan lulusan dari Universitas Bakrie menjadi entrepreneur.

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) dengan Dekan Dr. Mohammad Ihsan ST, MT, M.Sc bekerja sama dengan Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis (PIIB) yang dikepalai oleh Eli Jamilah Mihardja, A.Md, M.Si, Ph.D, menyelenggarakan Entrepreneurship Week untuk jurusan Teknik Sipil.

Acara dilaksanakan pada 5 Juli 2025 di Bakrie Tower Universitas Bakrie, di acara ini mahasiswa dapat mempresentasikan ide bisnisnya kepada para tim penilai.

Menurut Dosen Teknik Sipil yang merupakan pemangku mata kuliah Entrepreneurship, Susania Novita Putri ST, MT dan Dr. Yoanyta Octora ST, MM, sampaikan terdapat 14 ide bisnis yang dibuat oleh mahasiswa teknik sipil

Tim penilai, Dr. Adriani Latania Triramdhani S.E,M.H,M.M dari Kelompok Usaha Bakrie mengatakan untuk mata kuliah entrepreneurship ini penting sekali karena mahasiswa menyampaikan proposal bisnis, seperti distribusi, value brand position, keterbaharuan ide, analisa finansial, promosinya, strategi pemasaran dan sumber pendapatannya darimana kepada para penilai.

“Terus displaynya musti kita lihat, yang perlu digaris bawahi itu mahasiswa dibimbing untuk membuat poster, nah poster mereka itu bagus gak, inovatif gak, taglinenya menarik gak, dan rata-rata apa yang diberikan oleh dosen mereka diserap dengan baik,” kata Adriani kepada Redaksi pada 15 Juli 2025.

Sebagai tim penilai, Adriani melihat inovasi ide dari mahasiswa yang menyampaikan ide bisnis itu sudah memberikan indikator sesuai penilaian.

Meski ada beberapa ada pengembangan dari ide sebelumnya ada dan dikembangkan dan itu menjadi lebih menarik sebagai proposal bisnis.

Point penting dari penilaian itu kelayakan dan inovasinya, serta keselarasan keterbaharuan ide dan tingkat realisasinya dari bisnis modelnya, dan saya lihat dosen pembimbingnya sudah mengarahkan secara baik.

Menurut Adriani metode belajar seperti ini harus dikembangkan oleh kampus bisa dibeberapa mata kuliah gak hanya di teknopreneurship bisa diterapkan pada mata kuliah lain dan tidak hanya di jurusan Teknik Sipil.

“Sepertinya dosen sudah mengarahkan dengan baik, salut saya sampaikan, untuk model start up saya rasa jika ada finansial yang mau mengambil ide mereka bisa lebih baik, dan disini saya lihat anak mahasiswa ini memiliki kemampuan dan harus kita dukung, jadi pembelajaran ini gak lagi model satu arah tapi paling penting bagi kami sebagai pendidik adalah kalian bisa melakukan terobosan baru, ide baru, keberlanjutan dan bisa diwujudkan,” terangnya.

Mahasiswa Universitas Bakrie jurusan Teknik sipil setelah selesai mempresentasikan proposal bisnis melalui mata kuliah teknopreneurship ( foto : dok)

Sementara, Hendra Senjaya B.bus selaku Business Teacher BINUS School Bekasi sebagai tim penilai yang berkesempatan diwawancarai oleh Redaksi pada beberapa waktu lalu dari 14 ide bisnis tersebut semuanya menarik dan target pasarnya juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ada 14 peserta dari mahasiswa jurusan teknik sipil dimana mereka membuat satu ide bisnis yang berhubungan dengan teknik sipil dan kemudian dikemas secara digitalisasi atau start up model, semua mahasiswa memberikan ide menarik menurut saya dimana model bisnisnya merupakan ide baru,” kata Hendra kepada INAnews pada 12 juli 2025.

Hendra sampaikan diantara para peserta secara digitalisasi konsep dan kemudahan para pengguna untuk bertransaksi lewat aplikasi yang mereka buat sudah sangat bagus dan user friendly.

“Menarik menurut saya, diantaranya itu mereka buat tentang kebutuhan alat pertukangan, konsep desain rumah tumbuh, kebutuhan kos, pembuatan bata berpori, jasa desain rumah, interior dan lainnya, ada peserta juga yang paparkan desain bangunan industrialis yang sedang hype,” katanya.

Hendra tambahkan dari segi bisnis, para peserta mahasiswa tersebut memiliki inovasi dan visi bisnis yang bagus.

Mereka sudah melakukan observasi untuk melihat ide bisnis apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan dipadukan secara digitalisasi.

“Ada ide bisnis menarik menurut saya diantaranya bata berpori menarik juga menurut saya karena ini ide bisnis dari sistem daur ulang, memenuhi beberapa faktor,” kata Hendra.

Tim penilai dari kegiatan ini yakni, Dr. Andriani Latania Triramdhani, S.E,M.H,M.M dari Kelompok Usaha Bakrie dan Hendra Senjaya, B.bus yang merupakan Business teacher dari Binus School of Bekasi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia
Populer SOSDIKBUD