Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

YLKI Desak Pemerintah Bereskan Masalah Beras Langka dan Mahal Dipasaran

badge-check


					YLKI Desak Pemerintah Bereskan Masalah Beras Langka dan Mahal Dipasaran Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Polemik soal beras belum juga beres dilapangan masih ada persoalan yang menjadi PR pemerintah untuk segera menuntaskan.

Sebelumnya Menteri Pertanian mengatakan bahwa stok beras melimpah. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat mengapa harga beras di pasaran masih tinggi dan kekosongan stok beras dipasaran.

Ketua YLKI Niti Emiliana, soal polemik beras. Pada sisi konsumen definisi stok beras melimpah seharusnya bukan hanya berada di hulu gudang saja melainkan harus tersedia di pasaran yang mudah diakses oleh masyarakat dengan kualitas sesuai standar dan harga yang terjangkau.

“Oleh karena itu, YLKI meminta pemerintah menjamin ketersediaan stok beras di pasar dan memastikan keterjangkauan harga bagi konsumen,” kata Niti dalam siaran pers pada Jumat 5 September 2025.

Lanjutnya, eskalasi harga beras di retail modern sangat memberatkan konsumen dan tidak sesuai dengan daya beli konsumen.

“Banyak konsumen terkecoh bahwa beras yang tersedia di riteil modern bukanlah beras premium biasa, melainkan beras khusus terfortifikasi yang harganya 90-130 ribu per 5 kg. Sedangkan Beras Khusus tidak memiliki aturan tetap HET dari pemerintah,” sambung Niti.

Hal ini imbas dari kekosongan stok beras premium dan mesium di retail modern. Bahkan di pasar tradisional, konsumen juga merasakan kenaikan harga beras eceran, meskipun tak sesignifikan beras di riteil modern, dan harganya cenderung masih bisa terjangkau.

YLKI meminta hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar tidak ada kenaikan harga dan kekosongan stok beras di pasar tradisional.

“YLKI meminta pemerintah penuhi hak dasar konsumen untuk memenuhi stok beras di pasaran dengan akses yang mudah, kualitas sesuai standar dan harga yang terjangkau,” katanya.

YLKI juga desak Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk mempercepat pendistribusian beras SPHP dengan kualitas terstandar secara masif.

“YLKI meminta pemerintah terkait (Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, Sargas Pangan, Kepolisian) untuk mengusut tuntas proses distribusi dari hulu hingga hilir dan kekosongan beras premium dan medium di ritel,” lanjut Niti.

Bicara soal pelanggan, konsumen beras lah yang loyal menjadi pelanggan sebab beras sudah menjadi komoditi bahan makanan pokok konsumen.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI