Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

INDAG

IHSG BEI Kamis Menguat

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi ini dibuka menguat signifikan, melanjutkan tren rebound setelah sebelumnya sempat tertekan akibat reshuffle kabinet Merah Putih. IHSG dibuka naik 82,16 poin atau 1,07% ke posisi 7.781,17 dan bahkan sampai pukul 09.12 WIB menanjak 1,17% ke level 7.789,33.

Seluruh sektor saham mayoritas bergerak di zona hijau, dengan sektor keuangan, barang konsumer non primer, properti, infrastruktur, energi, dan teknologi sebagai pendorong utama penguatan.

Volume perdagangan pagi ini tercatat mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi triliunan rupiah, menunjukkan aktivitas beli yang kuat di pasar. Sebanyak ratusan saham menguat sementara puluhan saham melemah dan sisanya stagnan.

Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatat net sell signifikan dengan nilai Rp1,25 triliun pada perdagangan Rabu lalu, terutama pada saham-saham perbankan dan pertambangan.

Sentimen positif penguatan IHSG juga didukung oleh optimisme pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga The Fed dan data inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan. Dari dalam negeri, penarikan dana kas negara dari Bank Indonesia untuk meningkatkan likuiditas perbankan juga memberi suport pada pasar saham.

Para analis memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak di kisaran support 7.620 hingga resistance sekitar 7.746-7.797, menunggu perkembangan data ekonomi global dan domestik sebagai sinyal lanjutan arah pergerakan indeks. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Populer NASIONAL