INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengutip filsuf Yunani kuno Thucydides untuk mengkritik tatanan dunia yang memungkinkan negara kuat berbuat semena-mena terhadap yang lemah.
“Thucydides memperingatkan: Yang kuat melakukan apa yang mereka bisa, yang lemah menderita seperti yang harus mereka alami. Kita harus menolak doktrin ini,” kata Prabowo tegas di PBB.
Presiden menegaskan bahwa PBB justru ada untuk menolak doktrin tersebut dan harus berdiri untuk semua pihak, baik yang kuat maupun yang lemah. “Kekuatan tidak dapat menjadi kebenaran. Kebenaran harus menjadi kebenaran,” tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan pesan kuat bahwa “tidak ada satu negara yang dapat mem-bully seluruh komunitas keluarga manusia,” dan yakin bahwa rasa ketidakadilan akan bersatu menjadi kekuatan yang mampu mengatasi penindasan.






