Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Kalau Mau Jadi Presiden, Belajarlah dari Prabowo

badge-check


					Foto: Presiden Prabowo/tangkapan layar Perbesar

Foto: Presiden Prabowo/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Adi Prayitno menilai perjalanan panjang Prabowo Subianto menuju kursi kepresidenan patut dijadikan pelajaran berharga bagi siapa pun yang bermimpi memimpin Indonesia. Hal ini disampaikannya melalui kanal YouTube pribadinya pada Sabtu (4/10/2025).

Pernyataan ini berangkat dari ucapan Presiden Prabowo Subianto sendiri dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) PKS beberapa waktu lalu. “Kalau ingin belajar kalah, belajarlah dari Prabowo Subianto,” ujar Prabowo saat itu, menekankan pentingnya kedewasaan politik dan kolaborasi semua elemen bangsa.

Prayitno mencatat bahwa mimpi Prabowo menjadi presiden dimulai sejak 2004, ketika ia mengikuti konvensi internal Partai Golkar namun gagal mendapatkan tiket pencalonan. Saat itu, Golkar justru mengusung Wiranto sebagai calon presiden.

Tidak patah arang, Prabowo kemudian mendirikan Partai Gerindra pada 2008 sebagai kendaraan politiknya. Sejak saat itu, ia konsisten mengikuti setiap kontestasi pemilihan presiden dengan catatan hasil sebagai berikut:

2009: Maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri, kalah dari pasangan SBY-Boediono

2014: Maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa, kalah dari Jokowi-Jusuf Kalla

2019: Kembali maju berpasangan dengan Sandiaga Uno, kalah lagi dari Jokowi-Ma’ruf Amin

2024: Akhirnya menang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, mengalahkan dua pasangan lainnya dalam satu putaran

Menurut Prayitno, ada dua faktor kunci yang membuat Prabowo akhirnya berhasil meraih kursi presiden setelah perjuangan selama kurang lebih 20 tahun.

Pertama adalah kesabaran revolusioner. “Dalam politik itu tidak ada yang disebut dengan kekalahan abadi. Mati sekali secara politik, tapi bisa bangkit berulang kali untuk memenangkan pertarungan,” jelasnya.

Kedua adalah kepemilikan partai politik. Prayitno menekankan bahwa memiliki partai sendiri menjadi faktor determinan bagi kekuatan posisi politik seseorang. Hal ini terlihat dari posisi tawar Prabowo yang tetap kuat meski kalah dalam dua pemilu berturut-turut pada 2014 dan 2019.

Prayitno juga menyinggung kasus Anies Baswedan sebagai contoh pentingnya memiliki partai politik sendiri. Meski memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, Anies kesulitan maju dalam kontestasi karena tidak memiliki partai sendiri.

“Anis tidak bisa selalu berharap dari PKS atau Nasdem. Dalam Pilkada Jakarta 2024, tidak satu pun partai yang mau mengusung dirinya sebagai calon gubernur,” ujar Prayitno.

Ia menyarankan agar tokoh-tokoh yang berambisi menjadi presiden untuk mendirikan partai politik sendiri, karena menurut Undang-Undang Pemilu, calon presiden dan wakil presiden wajib diusung oleh partai atau gabungan partai politik.

“Bagi siapa pun di negara ini yang bermimpi jadi presiden, entah itu ketua umum partai, menteri, kepala daerah, tokoh agama, atau aktivis, kesabaran revolusioner dan memiliki partai politik adalah kunci utama,” pungkas Adi Prayitno.

Perjalanan Prabowo yang memakan waktu sekitar 20 tahun dari 2004 hingga 2024 ini dinilai sebagai contoh paling sempurna tentang bagaimana merawat mimpi dan keinginan untuk memimpin bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL