INAnews.co.id, Jakarta– Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan rencana pertemuan lintas kementerian dan lembaga untuk mencari solusi atas penurunan drastis sertifikasi halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam pertemuan tersebut akan diundang Kepala BPJPH Haikal Hassan beserta tim, perwakilan Kementerian Pertahanan, serta pihak dari sektor perdagangan.
Menurut Qodari, sertifikasi halal UMKM mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu kendala utama yang dilaporkan oleh pelaku UMKM adalah keterkaitan persyaratan sertifikasi halal dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Ia menegaskan idealnya amdal harus berfungsi sebagai penguat usaha UMKM, bukan justru menjadi hambatan atau beban.
“Kita akan mengundang Bapak Haikal dan tim, lalu dari Kementerian Pertahanan dan perdagangan juga untuk membicarakan masalah ini,” ujar Qodari. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi momentum untuk mendorong kemajuan UMKM kembali seperti semula, terlebih karena hingga saat ini belum ditemukan solusi permanen.
Lebih lanjut, Qodari menyoroti peluang besar yang muncul dari sertifikasi halal sebagai pintu masuk produk industri Indonesia ke pasar global. Kepala KSP menilai produk-produk halal memiliki potensi berkembang pesat seiring terbukanya berbagai kesempatan di pasar internasional.
“Bapak Haikal bahkan sudah memiliki gagasan untuk membangun kawasan industri khusus produk halal, yang tentunya masih perlu diuji realisasinya,” tambah Qodari. Dukungan regulasi dan inisiatif yang ada diyakini siap untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM dan industri halal Indonesia sekaligus mendongkrak ekspor produk halal ke pasar dunia.






