INAnews.co.id, Jakarta– Muhammad Said Didu menyoroti transformasi konglomerat besar Indonesia dari pengusaha menjadi oligarki pelaku serakah-nomik. Ia menyebut nama-nama seperti Sinar Mas, Salim Group dengan Indofood dan Astra, hingga Sampurna dan Djarum.
“Sinar Mas yang dimulai Eka Tjipta Widjaja dengan sepeda jual minyak goreng di Makassar, kini masuk ke semua lini bisnis termasuk perumahan. Ini terbuka semua setelah reformasi 1998,” ungkap Didu dalam video di kanal YouTube-nya, Rabu (26/11).
Ia mencontohkan Indofood yang awalnya hanya fokus pada gandum dan mie, kini sudah merambah real estate dan tambang. Astra dari distributor kendaraan bermotor, kini masuk hampir semua lini bisnis termasuk perkebunan dan pengambilan lahan di mana-mana.
Yang paling mengkhawatirkan menurut Didu, aset-aset yang dikuasai oligarki ini bisa berpindah ke asing. Ia mencontohkan Sampurna yang kini dijual ke perusahaan Korea. “Kita tidak tahu suatu saat semua aset negara yang dikuasai oligarki lewat proses ‘kong kalikong’ dengan penguasa bisa pindah ke asing,” tuturnya.
Didu juga menyoroti bagaimana Alfamart dan Indomaret sebagai jaringan bisnis Indofood menghabisi pedagang kecil melalui praktik serakah-nomik.






