Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

DAERAH

Menjaga Kawasan Kota Brebes dari Sampah: Tanggung Jawab Bersama

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Kota Brebes, sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Jawa Tengah, terus berkembang dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini tentu membawa manfaat besar bagi masyarakat, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru—salah satunya adalah meningkatnya produksi sampah. Jalan-jalan kota yang ramai, pusat kuliner, kawasan pemukiman, hingga pasar tradisional sering kali menghasilkan tumpukan sampah yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari sungai, mengganggu kesehatan, dan merusak estetika kota.

Masalah sampah bukan hanya persoalan pemerintah daerah, tetapi juga cermin dari perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungannya. Di beberapa titik kawasan Brebes, sampah plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga masih terlihat menumpuk di pinggir jalan atau terbawa arus sungai. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, minimnya kesadaran memilah sampah, serta kurang optimalnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi pemicu utama masalah ini. Jika dibiarkan, sampah dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir, menimbulkan penyakit, serta merusak citra kota.

Untuk menciptakan Brebes yang lebih bersih dan nyaman, upaya menjaga kawasan kota dari sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Langkah pertama adalahmeningkatkan kesadaran masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membiasakan diri memilah sampah dari rumah perlu terus digalakkan. Kampanye lingkungan di sekolah, komunitas, serta pusat-pusat keramaian dapat membantu menanamkan perilaku positif sejak dini.

Selain kesadaran individu, peran pemerintah juga sangat penting. Dinas lingkungan hidup perlu memperkuat layanan pengangkutan sampah, menambah jumlah tempat sampah di ruang publik, serta memastikan bahwa TPS dan TPA dikelola dengan standar lingkungan yang baik. Program bank sampah di tingkat RT/RW atau kelurahan juga dapat menjadi solusi efektif, karena tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, pelibatan komunitas dan sektor swasta menjadi kekuatan tambahan. Komunitas pecinta lingkungan, karangtaruna, hingga kelompok relawan dapat berperan aktif dalamkegiatan bersih-bersih kota, penanaman pohon, atau kampanye bebas sampah plastik. Pelaku usaha seperti restoran, toko, dan pasar juga perlu ikut serta dengan menyediakan fasilitas tempat sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta memastikan limbah usaha dikelola dengan baik.

Tidak kalah penting adalah penegakan aturan. Peraturan daerah tentang kebersihan harus diterapkan secara konsisten, termasuk pemberian sanksi bagi pembuang sampah sembarangan. Langkah ini bukan untuk menghukum, tetapi untuk mendisiplinkan dan memberi efek jera agar tercipta ketertiban bersama. Menjaga Brebes tetap bersih bukanlah mimpi yang mustahil.

Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat—pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan warga—kota ini dapat menjadi lingkungan yang sehat, indah, dan layak huni. Brebes yang bebas sampah bukan hanya sekadar tempat yang nyamanditinggali, tetapi juga warisan berharga bagi generasimendatang. Seputar lingkungan bisa akses: DLH Kab Brebes.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Pengangkatan Kepala Lingkungan Kelurahan Watulea yang Dinilai Cacat Prosedur Menuai kritik SAMURAIS

5 Januari 2026 - 10:29 WIB

Populer DAERAH