INAnews.co.id, Jakarta– Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus menyatakan pemerintahan Prabowo-Gibran tengah menghidupkan kembali otoritarianisme ala Orde Baru. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi menjelang Hari HAM Sedunia yang disiarkan kanal YouTube YLBHI, Selasa (2/12/2025).
Vincent dari BEM Kemal Unpad menegaskan, “Rezim Neo-Orba mulai semakin nyata. Mereka tidak hanya melanggengkan otoritarianisme, tapi melakukannya bahkan sebelum produk hukum diangkat.”
Ia mencontohkan kasus Suka Haji di Jawa Barat, di mana warga mengalami pembakaran pemukiman hingga tiga kali tahun ini.
Mahasiswa yang melakukan pendampingan langsung merasakan ancaman serupa.Satir dari BEM UI menambahkan, pelanggaran HAM kini hanya “tulisan belaka”.
“Ketika rakyat menyampaikan aspirasi dengan cara prosedural tidak diindahkan, mereka terpaksa turun ke jalan. Yang terjadi? Malah ditangkap dan ditahan,” ujarnya.
Hingga kini, lebih dari ratusan aktivis masih ditahan pascagelombang aksi Agustus 2024, dengan 11-12 orang dilaporkan meninggal dunia.






