INAnews.co.id, Jakarta– Koordinator Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat itu disebut sebagai aktor utama di balik kemudahan luar biasa yang diberikan kepada kawasan industri IMIP Morowali. Tuduhan keras ini dilontarkan Said Didu dalam wawancara dengan Abraham Samad, Kamis.
“Saya menganggap Luhut Binsar Pandjaitan adalah ‘Duta Besar China’ di Indonesia,” kata Said Didu tegas.
Menurutnya, Luhut memiliki otoritas yang mengalahkan otoritas negara dalam mengurus kepentingan China di Indonesia. Berbagai regulasi diubah demi memberikan karpet merah bagi investor China, mulai dari aturan tenaga kerja asing hingga pemberian fasilitas bebas pajak dan cukai.
Said Didu mengungkap bahwa sejak 2015, ia sudah menemui keanehan dalam proses perizinan IMIP yang tidak sesuai UU Minerba. Perusahaan tersebut mendapat izin membangun smelter tanpa menunjukkan lokasi pertambangan sebagaimana disyaratkan undang-undang.
“Dia yang merancang semua itu. Seluruh kebijakan undang-undang dirancang untuk kepentingannya,” ungkap Said Didu.
Ia juga mengungkap bahwa Presiden Jokowi tetap meresmikan IMIP pada Mei 2015 bersama Luhut, meski Said Didu—yang saat itu menjabat staf khusus Menteri ESDM—menyarankan agar presiden tidak hadir karena perizinannya belum “clean and clear.”






