INAnews.co.id, Jakarta– Dalam kritiknya terhadap oligarki, pengamat politik Muhammad Said Didu menyebut pusat komando oligarki berada di PIK 2, bukan di Istana atau Senayan. Namun, ia juga mengakui bahwa bintang-bintang militer—bukan hanya pejabat sipil—pernah menjadi pelindung kepentingan oligarki.
“TNI kan diamputasi 1998 selama 20 tahun lebih. Tapi pemain dulu kita tahu juga,” ujar Said Didu, mengakui ada generasi perwira TNI yang terlibat dalam melindungi oligarki, di sebuah diskusi di kanal YouTube-nya yang diunggah Selasa (9/12/2025).
Pengakuan ini menimbulkan pertanyaan: jika TNI sendiri pernah menjadi bagian dari masalah, bagaimana memastikan mereka tidak kembali menjadi alat oligarki ketika diberi kekuasaan besar untuk “mengembalikan kedaulatan”?
Said Didu berharap prajurit TNI saat ini “sudah lama enggak main” sehingga tidak memiliki hubungan dengan pelaku oligarki. Namun, keyakinan ini tampak rapuh mengingat sejarah yang ia sendiri akui.






