INAnews.co.id, Jakarta– Komisi Reformasi Polri, Mahfud MD merekomendasikan Polri untuk menyisir ulang penahanan 1.038 aktivis dan demonstran terkait peristiwa Agustus 2025 yang menewaskan Affan.
“Bukan main-main. Tidak pernah ada di dalam sejarah sebuah demo menahan orang sampai mencapai 1.000,” kata Mahfud MD dalam wawancara eksklusif di podcast-nya, Selasa.
Mahfud menyebut tiga nama yang direkomendasikan untuk dievaluasi ulang: Laras Faizati (staf kantor parlemen), serta Dera dan Munif (aktivis lingkungan dari Semarang). Dera dan Munif bahkan dijadwalkan menikah namun ditahan tanpa pernah diperiksa.
“Dera ditahan tanggal 27 November, tidak pernah diperiksa. Diberitahu dia sudah menjadi tersangka sejak 14 November. Aturannya kan paling lama seminggu sesudah itu diberitahu, tapi sampai ditangkap tidak diberitahu,” jelasnya.
Mahfud menekankan bahwa hak unjuk rasa dijamin konstitusi dan Polri tidak boleh terlalu mudah menangkap orang yang berdemo.






