Menu

Mode Gelap
Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

POLITIK

Oligarki Bisa Bubarkan Bangsa Indonesia

badge-check


					Foto: dok. cnnindonesia Perbesar

Foto: dok. cnnindonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Dengan nada penuh kekhawatiran, Muhammad Said Didu menyatakan Indonesia berada dalam kondisi kritis akibat dominasi oligarki. Dalam unggahan YouTube Selasa (16/12/2025), ia menyebut oligarki telah mengakuisisi seluruh kekuasaan di semua sektor.

“Saya menyatakan bangsa ini benar-benar di titik kritis yang sangat keras karena kooptasi oligarki sudah terjadi di semua pihak. Bahkan mungkin kita tidak sadar bahwa kita sudah terkooptasi oleh mereka,” ujarnya.

Mantan pejabat yang memiliki 32 tahun pengalaman di pemerintahan ini melihat oligarki sudah menguasai Senayan, istana, Trunojoyoo, Pejaten, Cilangkap, dan hampir seluruh daerah. Tidak ada bupati atau gubernur di daerah perkebunan yang tidak disponsori oligarki perkebunan.

Said Didu sangat kecewa dengan generasi muda yang menurutnya tidur nyenyak di tengah ancaman serius. “Oligarki bisa membubarkan bangsa Indonesia, sangat bisa. Dan mereka sangat berkepentingan untuk melakukan itu dan itu sangat sistematis dilakukan,” katanya.

Ia menyerukan perlunya gerakan radikal dari anak muda untuk menyelamatkan negara. “Saya butuh radical break dari anak-anak muda ini untuk menyelamatkan negerinya. Saya menyatakan ancaman terbesar bubarnya Indonesia adalah oligarki. Ancaman terbesar dan itu sedang bekerja sekarang,” tegasnya.

Said Didu bahkan menyebut oligarki memiliki keinginan untuk merebut Indonesia dengan memperalat orang-orang yang punya mental pengkhianat bangsa, tanpa memandang apakah mereka jenderal, ulama, profesor, atau cendekiawan.

Ia yang telah tiga tahun berjuang melawan oligarki di lapangan menyatakan bahwa musuh utama menyelamatkan negeri ini adalah oligarki. “Bayangkan sebesar tokoh Jusuf Kalla pun bisa dihajar oleh oligarki, apalagi rakyat biasa di mana-mana. Itulah oligarki,” pungkasnya.

Said Didu menutup dengan ajakan kepada insan-insan yang masih memiliki watak waras untuk bergabung menyelamatkan bangsa agar tidak dikuasai, diambil alih, atau bahkan dibubarkan oleh oligarki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

12 Januari 2026 - 13:38 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK