INAnews.co.id, Jakarta– PT PLN merencanakan investasi masif sebesar USD 188 miliar atau setara Rp2.967 triliun dalam 10 tahun ke depan untuk mendukung transisi energi nasional.
Investasi ini akan digunakan untuk menambah kapasitas pembangkit hingga 69,5 GW, di mana 76% di antaranya berasal dari energi baru dan terbarukan.
EVP Management Asset Engineering dan System management Terintegrasi PT PLN, Didi Fauzi Dahlan, menyebut target ini setara dengan pembangunan kapasitas listrik selama 80 tahun Indonesia merdeka yang harus diselesaikan dalam satu dekade.
“Dari tahun 1945 sampai 2025, total pembangkit PLN adalah 75 GW. Kini kita harus membangun yang mirip dalam 10 tahun, artinya kita harus bekerja 8 kali lebih kuat dan cepat,” ungkap Didik dalam seminar nasional yang diselenggarakan INDEF di Jakarta, belum lama ini.
Rencana pembangunan mencakup 17,1 GW solar, 7,2 GW wind, 5,2 GW geothermal, dan 1,5 GW nuklir yang akan beroperasi pada 2032-2033.
Untuk mendukung distribusi energi, PLN juga akan membangun transmisi baru sepanjang 48.000 km.






