INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof, memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi menjadi importir LNG dalam jangka pendek meskipun memiliki cadangan gas bumi yang melimpah. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara lokasi pasokan dan permintaan.
“Jangka pendek Indonesia akan membutuhkan tambahan LNG. PLN sendiri di tahun 2026 membutuhkan 105 kargo untuk memenuhi pembangkit-pembangkit listrik,” ungkap Aris dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan INDEF, Selasa (24/12/2025).
Aris menjelaskan bahwa 80 persen demand gas berada di Jawa dan Sumatra, sementara 60 persen supply datang dari wilayah timur Indonesia. Situasi ini diperparah oleh natural decline pada lapangan-lapangan gas existing.






