INAnews.co.id, Jakarta– Realisasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) masih jauh dari target pemerintah. Di tahun 2024, dari target 118.000 sambungan rumah (SR), hanya terealisasi 22.000 SR atau sekitar 18,6 persen.
Kepala Center of Food Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talatov, menyoroti gap ini sebagai tantangan serius dalam mencapai swasembada energi.
“Sejak tahun 2023, pemerintah sudah menghapus support pendanaan APBN untuk pembangunan jargas. Ini menjadi PR tersendiri buat badan usaha,” kata Abra dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan INDEF, Selasa (24/12/2025).
Namun Mirza Mahendra dari PGN membantah, menyatakan di tahun 2025-2026 pemerintah kembali mengalokasikan anggaran untuk membangun 115.000 SR di berbagai lokasi termasuk Jambi, Indramayu, Bontang, dan Gresik.






