INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia akan mengalami pergeseran signifikan dari penyaluran gas melalui pipa ke LNG (Liquefied Natural Gas) untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil, terutama Indonesia Timur.
Ketua Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof, menjelaskan pergeseran ini membutuhkan penambahan tiga infrastruktur: kilang liquefaction, tanker LNG, dan terminal regasifikasi.
“Dulu kita hanya mengandalkan gas pipa, tapi dengan berubah menjadi LNG, kita menambah infrastruktur yang dibutuhkan,” kata Aris dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan INDEF, Selasa (24/12/2025).
Saat ini Indonesia memiliki lima terminal regasifikasi: Nusantara Regas di Teluk Jakarta, Jawa 1 di Cilamaya, FSRU Lampung, Karunia Dewata di Bali, dan Arun. Namun jumlah ini masih sangat terbatas mengingat luasnya wilayah Indonesia.






