INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Investasi membuka peluang kemitraan dan investasi luas bagi Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS). Hal ini disampaikan Deputi Promosi Kementerian Investasi, Nurul Ikhwan, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) INKOPPAS di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Nurul mengajak INKOPPAS dan anggotanya masuk ke dalam ekosistem hilirisasi 28 komoditas sumber daya alam. Ia menjelaskan, perusahaan besar yang ingin berinvestasi dan mendapatkan pembebasan bea masuk mesin diwajibkan bermitra dengan UMKM atau koperasi. “Koperasi-koperasi pasar bisa bekerja sama di sana, mensuplai kebutuhan kantor atau sembako. Ini kesempatan emas,” jelasnya.
Peluang lain adalah dalam program revitalisasi pasar. Nurul mengakui keluhan banyak pasar yang direnovasi tetapi tidak kunjung beroperasi. Ia berjanji akan mempertemukan INKOPPAS dengan BUMN konstruksi pada Januari 2026 untuk membahas revitalisasi pasar percontohan. “Kalau dibangun BUMN, insyaallah tidak bakal diakal-akalin lagi,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perdagangan yang diwakili Iqbal Sopan Sofwan. Ia mendorong INKOPPAS mengambil alih pengelolaan pasar rakyat yang selama ini kerap tidak optimal pascarevitalisasi. “Siap nggak nih INKOPPAS men-takeover pengelolaan pasar rakyat di seluruh Indonesia?” tanyanya kepada peserta RAT.
Iqbal juga menyoroti peran koperasi dalam distribusi Minyakita agar lebih efisien, serta pengelolaan sampah pasar yang menyumbang 13,8 persen sampah nasional. “Sampah ini emas baru. Ini bisa dikonversi menjadi pupuk dan sumber ekonomi baru,” ujarnya.
Merespons hal ini, Ketua Umum INKOPPAS Yudianto Tri menyambut baik dan menegaskan kesiapan koperasi pasar untuk bermitra dan bertransformasi. “Kita harus lakukan transformasi ini untuk semua KOPAS yang ada. Modernisasi dan digitalisasi ada di semua usaha,” pungkas Yudianto.






