Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

PENDIDIKAN

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

badge-check


					Foto: dok. kompas Perbesar

Foto: dok. kompas

INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Nadirsyah Hosen menjelaskan keunikan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki struktur organisasi berbeda dengan ormas modern lainnya.

“NU harus dibedakan: ada jamiyah (organisasi) dan jamaah (masyarakat). Keputusan PBNU belum tentu ditaati jamaah. Jamaah lebih ikut kiai lokal,” ungkap Gus Nadir di kanal YouTube-nya Mahfud MD Official, Ahad.

Menurutnya, ini menjadi kelebihan sekaligus kelemahan. “Kelebihannya, NU tidak bisa dikooptasi. Kepala dipegang, ekor belum tentu ikut. Apalagi kalau kepalanya Gus Dur—kepala pun tidak bisa dipegang,” kata dosen Melbourne Law School ini.

Namun kelemahannya, sering terjadi ketidaknyambungan antara kebijakan organisasi dengan kebutuhan jamaah di bawah. “Jamaah NU lebih ritual-oriented. Tahlilan, maulidan—meski tidak punya kartu NU, mereka merasa NU,” jelasnya.

Gus Nadir optimistis konflik internal NU akan terselesaikan seperti masa lalu. “Dulu konflik tajam antara Kiai Wahab dan Kiai Bisri melahirkan Gus Dur. Ke depan mungkin bukan sosok, tapi solusi kolektif,” katanya.

Mahfud MD menambahkan, tradisi NU kini bahkan diadopsi berbagai kalangan. “Di istana ada tahlilan, pejabat kalau mantu pakai selawatan. Bukan berarti mereka NU, tapi tradisinya masuk jadi budaya Islam Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

10 Februari 2026 - 19:35 WIB

Dubes Venezuela Bahas Isu Global di Prodi Hubungan Internasional Univesitas Moestopo

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah

7 Februari 2026 - 11:45 WIB

ASPIKOM Korwil Jabodetabek Matangkan Strategi Adaptasi Pendidikan Komunikasi dalam Rapat Kerja Wilayah
Populer PENDIDIKAN