INAnews.co.id/Bitung,- Seorang pelaut ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di atas kapal Sabuk Nusantara 105 yang tengah berlabuh di dermaga II Pelabuhan Samudra Bitung. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Rabu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 18.50 WITA.
Korban diketahui bernama Wahyu Prasetyo, 33 tahun, yang berprofesi sebagai Kelompok Kerja Mesin (KKM) di kapal Sabuk Nusantara 105.
Kapolsek KPS Iptu Harly E. Buida menjelaskan bahwa personil KPS bersama Pamapta II Ipda Ronaldo Takahendengan, S.H., dan Tim Inafis Polres Bitung segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Jenazah Wahyu Prasetyo kemudian dibawa ke RS Manembo-nembo Bitung untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).
Berdasarkan hasil pemeriksaan VER yang dilakukan oleh Dokter Forensik Geeberd Dundu, S.FM, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kematian Wahyu Prasetyo dipastikan murni akibat gantung diri.

Saat ini, jenazah Wahyu Prasetyo sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Jakarta dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Menurut keterangan saksi, Kapten Kapal Yanus Thomas Nafie, Wahyu Prasetyo terakhir kali terlihat beraktivitas di bagian mesin kapal sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, ketika Kapten Kapal mencoba menghubungi Wahyu Prasetyo melalui telepon sekitar pukul 10.00 WITA, tidak ada respons. Kecurigaan semakin besar ketika Wahyu Prasetyo tidak merespons panggilan telepon sepanjang hari, sehingga Kapten Kapal memerintahkan beberapa ABK untuk mengecek ke kamar Wahyu Prasetyo.
“Saat pintu kamar dibuka, kami melihat Wahyu Prasetyo sudah dalam posisi tergantung,” kata Yanus Thomas Nafie dengan nada sedih.
Tunangan Wahyu Prasetyo, Sity Sulaika, mengungkapkan bahwa mereka sempat bertengkar melalui telepon sekitar pukul 08.00 WITA. Sity mencoba menghubungi Wahyu Prasetyo kembali, namun tidak ada respons. “Saya sangat shock ketika mendengar kabar bahwa Wahyu telah meninggal dunia dengan cara gantung diri. Kami baru saja bertengkar, saya menyesal sekali,” kata Sity dengan air mata berlinang.
Kegiatan pengamanan dan olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek KPS Iptu Harly E. Buida. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif di balik aksi nekat Wahyu Prasetyo.






