INAnews.co.id, Jakarta– Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengusulkan pemasangan plang peringatan di daerah-daerah rawan bencana sebagai upaya pencegahan. Usulan ini muncul sebagai pembelajaran dari bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir Desember 2024.
“Kasus di Sumatera itu mengajarkan kepada kita bahwa kita harus tegas dalam mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana,” ujar Qodari dalam wawancara dengan Akbar Faizal yang diunggah Senin (26/1/2026).
Qodari menjelaskan, plang peringatan tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui risiko yang ada di tempat tinggal mereka. Ia mencontohkan kasus Aceh Tamiang yang selalu rawan banjir karena posisinya di pesisir dengan kontur yang menerima aliran air dari pegunungan Leuser.
“Masyarakat harus tahu risiko yang ada di tempat itu,” tegasnya. Selain pemasangan plang, Qodari juga mengusulkan pelatihan kebencanaan untuk seluruh anak sekolah mengingat Indonesia berada di cincin api Pasifik.
Ia mengakui pemerintah telah mengantisipasi bencana tersebut, namun dengan skala yang sangat besar dan mencakup tiga provinsi, diperlukan skema penanganan yang lebih komprehensif untuk jangka panjang.






