INAnews.co.id, Jakarta– Permintaan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke perbankan terus menurun sejak 2022, menandakan gangguan serius pada sektor dunia usaha Indonesia.
“Data bank menunjukkan setelah COVID terutama sejak 2022, UMKM yang meminta kredit ke perbankan menurun terus. Kredit modal kerja juga menurun. Artinya proses produksi terganggu,” ungkap ekonom Yanuar Rizky dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Kamis (29/1/2025).
Yanuar menjelaskan kredit modal kerja yang menurun mengganggu siklus produksi pengusaha. “Kredit modal kerja itu ketika saya impor dari China barang setengah jadi, saya proses, saya ekspor. Kalau ini menurun, berarti pengusaha tidak bisa ekspor dan tidak bisa bayar utang,” jelasnya.
Penurunan ini juga terkait erat dengan kondisi ekonomi China sebagai mitra dagang utama Indonesia. “Ekspor China turun 47 persen, impor China turun 43 persen. Ketika China tidak ada ekspor karena tidak ada daya beli, berdampak ke kita,” ujarnya.
Yanuar menambahkan, survei Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menunjukkan hanya 40 persen pengusaha yang merasa pemerintahan baru lebih baik, sementara 35 persen merasa lebih buruk dan sisanya tidak menjawab.
“Kalau yang yakin di bawah 50 persen, berarti yang yakin adalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan. Yang tidak tumbuh sebenarnya 60 persen jika ditambah yang abstain,” katanya.






