Menu

Mode Gelap
Indonesia Terancam Bubble Surat Utang Pemerintah Belanja Pemerintah Agresif justru Lemahkan Sektor Swasta Mengenang Peringatan Faisal Basri Viral: Krisis Ekonomi dan Politik Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Anomali, tak Sesuai Realitas Masyarakat Kredit UMKM Turun Sejak 2022, Sektor Usaha Indonesia Terganggu Ekonom Peringatkan Krisis Ekonomi 2026: Daya Beli Masyarakat Anjlok

POLITIK

Mengenang Peringatan Faisal Basri Viral: Krisis Ekonomi dan Politik

badge-check


					Foto: ekonom senior Faisal Basri, dok. istimewa Perbesar

Foto: ekonom senior Faisal Basri, dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Ucapan almarhum ekonom Faisal Basri yang memperingatkan pertemuan krisis ekonomi dan politik di 2026 kembali viral di media sosial.

“Banyak orang memviralkan kembali ucapan almarhum Bang Faisal Basri. Beliau mengatakan di 2026 akan terjadi irisan antara konflik politik Prabowo-Jokowi ketemu dengan ekonomi yang sulit,” kata ekonom Yanuar Rizky mengonfirmasi dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Kamis (29/1/2025).

Menurut Yanuar, beberapa ekonom memprediksi puncak krisis akan terjadi di kuartal 3, sekitar September 2026. “Beberapa ekonom mengatakan Q3 kita akan mengalami crash. Mulainya mungkin di Ramadan ini, daya beli semakin menurun,” ungkapnya.

Yanuar membandingkan kondisi saat ini dengan krisis 1998, meski dengan konteks berbeda. “Situasinya berbeda. Secara geoekonomi, sinyal-sinyalnya menuju tahun 1980-an. Tapi secara geopolitik, menuju tahun 1930-an,” jelasnya.

Ia mengingatkan perbedaan mendasar dengan era Soeharto tahun 1980 yang melakukan program ekspansif dengan surplus APBN dari minyak. “Soeharto tahun 1980 membiayai pakai surplus, bukan pakai hutang. Sekarang kita defisit 3 persen, hutang jatuh tempo 850 triliun, sementara penerimaan negara turun,” bandingnya.

Yanuar memperingatkan Indonesia berisiko seperti Meksiko 1982 yang gagal bayar utang. “Meksiko rasio hutang terhadap GDP 31 persen, terbaik. Indonesia sekarang 44 persen. Tapi Meksiko tahu-tahu patah karena tidak bisa bayar utang,” ingatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Belanja Pemerintah Agresif justru Lemahkan Sektor Swasta

2 Februari 2026 - 15:50 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Anomali, tak Sesuai Realitas Masyarakat

2 Februari 2026 - 13:58 WIB

Ekonom Peringatkan Krisis Ekonomi 2026: Daya Beli Masyarakat Anjlok

2 Februari 2026 - 11:54 WIB

Populer EKONOMI